
“Kami belum menerima laporan kerusakan akibat gempa semalam. Namun, pemantauan tetap kami lakukan secara menyeluruh,” ungkap Budi Setyawan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Selasa (10/6/2025) pagi.
BPBD Cilacap tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan dampak terhadap bangunan rumah warga dan fasilitas umum lainnya. Budi menambahkan, pihaknya akan segera menginformasikan perkembangan terbaru apabila ditemukan kerusakan di lapangan.
Di sisi lain, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa pusat gempa berada pada koordinat 8,09° LS dan 108,71° BT, sekitar 49 kilometer tenggara Pangandaran, Jawa Barat, dengan kedalaman 70 kilometer. Gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
“Gempa ini termasuk jenis gempa menengah yang terjadi akibat deformasi batuan dalam lempeng. Mekanisme pergerakannya adalah oblique thrust atau geser naik,” ujar Daryono, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG.
BMKG mencatat bahwa guncangan terkuat terjadi di Pangandaran dengan intensitas III MMI. Sementara wilayah lain seperti Tasikmalaya, Cilacap, Garut, Banyumas, dan Kebumen merasakan guncangan II–III MMI.
“Skala II–III MMI itu artinya guncangan dirasakan nyata di dalam rumah, seperti ada truk besar yang melintas,” jelas Daryono.
Meski gempa tidak menyebabkan kerusakan serius, BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan terus mengikuti informasi resmi dari BMKG.

Leave a Reply