
Banjong akan berperan sebagai penulis cerita dan skenario dalam proyek ini. Ia menyatakan antusiasmenya untuk kembali berkarya setelah kesuksesan Pee Mak (2013), yang sempat menjadi salah satu film horor komedi terlaris di Asia Tenggara.
”Sudah lama saya ingin kembali ke genre horor-komedi—ruang kreatif yang menyatukan humor dan ketegangan. Proyek ini menjadi peluang sempurna untuk itu,” ujar Banjong Pisanthanakun, dikutip dari Variety, Jumat (23/5/2025).
Produser Falcon Pictures, Frederica, menjelaskan bahwa film ini bertujuan membangkitkan kembali semangat dan warisan Warkop DKI, sambil memperkenalkan legenda komedi tersebut kepada penonton lintas generasi dan mancanegara.
“Warkop DKI bukan hanya ikon komedi, tapi juga bagian penting budaya pop Indonesia. Misi kami adalah menghadirkan kembali semangatnya kepada dunia,” kata Frederica.
Proyek film ini masih berada dalam tahap pengembangan awal. Kendati demikian, Falcon memastikan bahwa karakter khas Dono, Kasino, dan Indro tetap menjadi pusat cerita, namun dengan nuansa genre horor-komedi yang belum pernah diangkat sebelumnya.
Belum ada konfirmasi mengenai siapa yang akan menjadi sutradara dan jajaran pemain. Pengumuman resmi diperkirakan akan dilakukan dalam beberapa bulan mendatang.
Sebelumnya, Falcon sukses merilis Warkop DKI Reborn lewat film Jangkrik Boss! Part 1 (2016) dan Part 2 (2017), yang menampilkan Abimana Aryasatya, Vino G. Bastian, dan Tora Sudiro sebagai trio legendaris. Seri tersebut berlanjut pada 2019 dan 2020 dengan pemain baru seperti Aliando Syarief, Adipati Dolken, dan Randy Nidji.
Tak hanya itu, Falcon juga mengembangkan lini animasi melalui Warkop DKI Kartun yang digarap Rako Prijanto, menyusul serial animasi tahun 2021 yang disutradarai Daryl Wilson.
Dengan kehadiran sutradara Thailand berpengalaman seperti Banjong, film ini diharapkan membawa warna baru bagi jagat perfilman komedi-horor Indonesia sekaligus memperluas jangkauan Warkop DKI ke pasar internasional.

Leave a Reply