Kawasan Kumuh di Jateng Capai 5 Ribu Hektare, Tertinggi Sukoharjo

Kawasan kumuh. (Foto: Pixabay)

Semarang, JOSS.CO.ID – Kawasan kumuh di Jawa Tengah (Jateng) yang ditetapkan pemerintah kabupaten/kota pada tahun 2025 mencapai 5 ribu hektare. Adapun Sukoharjo menjadi kabupaten dengan luas kawasan kumuh tertinggi.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jateng, Arief Djatmiko mengatakan, pada tahun ini masih ada lahan seluas 5 ribu hektare di 35 kabupaten/kota yang ditetapkan menjadi kawasan kumuh.

Dia mengungkapkan bahwa kawasan kumuh saat ini masih jadi pekerjaan rumah (PR) Pemprov Jateng. Dia menyebutkan sejumlah indikator suatu kawasan dapat disebut kawasan kumuh.

Di antaranya bangunan tidak teratur, kualitas jalan buruk, drainase tidak lancar mengalirkan air, fasilitas sanitasi, penyediaan air bersih, dan pengelolaan sampah kurang memadai, serta ketidaktersediaan prasarana proteksi kebakaran.

“Sekarang di angka 5.000 hektar. Tanggung jawab provinsi ada 805 hektar, 1.600 kabupaten/kota dan sisanya, pusat,” ungkap Arief kepada wartawan, belum lama ini.

Untuk menekan angka kawasan kumuh ini, Disperakim telah membentuk tim bersama 35 kabupaten/kota pada 2022. Tim ini bertugas mengawasi Surat Keputusan (SK) yang dibuat masing-masing kepala daerah agar pembangunan di kawasan kumuh tepat sasaran.

“Tim bersama ini, agar setiap kabupaten/kota saat melakukan evaluasi, revisi SK. Karena sebelumnya enggak ada tim ini, akhirnya kena dampak, nambah,” beber dia.

Adapun dampak tersebut berasal dari Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) yang sebelumnya sempat dicanangkan pemerintah. lewat Kementerian PUPR. Namun, pada akhir 2024, program tersebut sudah tidak ada.

“Banyak yang dapat karena ada SK. Tapi sudah kita evaluasi agar tak asal bentuk SK, batasi SK. Kemudian pusat di tahun ini kementeriannya pecah, ini kita sedang koordinasi dengan gubernur baru, agar mendorong percepatan penanganan kawasan kumuh,” jelasnya.

Sementara Kepala Bidang Kawasan Pemukiman Disperakim Provinsi Jateng, Judy Arianto mengatakan, angka kawasan kumuh di tahun 2025 ini menglami peningkatan.

Disebutkan, pada 2018 kawasan kumuh di Jateng 304.000 hektar, lalu pada 2024 meningkat menjadi 5.193 hektar, dan 2025 naik lagi menjadi 5.203 hektar. Sukoharjo menjadi kabupaten dengan kawasan kumuh tertinggi di Jateng.

“Tertinggi Sukoharjo, 608 hektar. Kemudian Wonosobo 596,08 hektar, Banjarnegara 432,24 hektar dan Brebes 409,51 hektar,” ungkap Judy.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*