[widget id="text-5"]

Pengusaha Truk Demo di Kemenhub, Perkirakan Rugi Rp5 T Imbas Larangan Truk Lewat Tol Saat Mudik Lebaran 2025

Ilustrasi truk lewat jalan tol. (Foto: Istimewa)

JOSS.CO.ID, Semarang – Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) memperkirakan kerugian yang ditimbulkan akibat larangan truk melintas di jalan tol selama mudik Lebaran 2025 bisa mencapai Rp5 triliun.

Ketua DPP Aptrindo, Gemilang Tarigan, mengatakan kerugian ini berasal dari terhambatnya pengiriman barang, terutama ekspor-impor. Akibatnya, kapal pengangkut barang tidak memiliki pemasukan, dan barang menumpuk di pelabuhan.

“Industri pun berhenti karena tidak ada bahan baku,” ujar Gemilang saat demo di Kantor Kemenhub, Jakarta, Jumat (21/3).

Menurut Gemilang, dampak terbesar dari kebijakan ini adalah ekonomi negara yang terhambat karena distribusi barang terhenti.

Ia juga mengkritik kebijakan ini karena larangan truk di tol pada tahun ini berlaku lebih lama, yaitu selama 16 hari, dari 24 Maret hingga 8 April. Biasanya, larangan tersebut hanya berlangsung selama 10 hari. Selain itu, truk juga dibatasi di beberapa jalan arteri.

“Jangan kami yang dibebani yang saat untuk melayani ekspor-impor dikorbankan. Kan ini namanya enggak adil,” ujar Gemilang.

Ia juga mempertanyakan kebijakan ini mengingat arus mudik diprediksi lebih rendah 24 persen. Aptrindo pun mendesak agar pemerintah meninjau kembali kebijakan tersebut.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan bahwa larangan ini diterapkan untuk mengurangi kemacetan di jalan tol saat mudik Lebaran.

“Kebayang enggak kalau truk-truk ada di jalan? Pada saat normal saja Jakarta-Merak seperti apa? Jakarta-Cikampek seperti apa? Kalau masyarakat sudah mulai pulang dari tanggal 24, ada truk di jalan, kira-kira apa yang akan terjadi?,” ucap Dudy di Kemenhub, Jumat (14/3/2025).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


[widget id="text-3"]