Tari Kase Seka: Tradisi Papua Dibawa ke Panggung Dunia di Kuala Lumpur

ISI Surakarta dan Pemkab Kaimana Hadirkan Workshop Tari “Kase Seka” Menuju Pentas Dunia di Kuala Lumpur
ISI Surakarta dan Pemkab Kaimana Hadirkan Workshop Tari “Kase Seka” Menuju Pentas Dunia di Kuala Lumpur

ISI Surakarta dan Pemkab Kaimana Hadirkan Workshop Tari “Kase Seka” Menuju Pentas Dunia di Kuala Lumpur

JoSS – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta melalui Program Studi Koreografi Inkuiri berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kaimana, Papua Barat, menyelenggarakan Workshop Tari “Kase Seka” di Gedung Teater Besar ISI Solo pada Minggu (17/11). Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan dan gladi bersih untuk Pentas Karya Tari “Kase Seka” yang akan digelar di Panggung Bandaraya, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Sabtu dan Minggu (23-24/11).

Makna Filosofis Kase Seka

Tari “Kase Seka” terinspirasi oleh tradisi masyarakat adat Kaimana yang selalu mengekspresikan rasa syukur atas hasil panen melalui tarian Seka. Tradisi ini melibatkan aktivitas pembersihan diri dan lingkungan secara kolektif dengan semangat gotong royong. “Kase Seka” merepresentasikan nilai memberi dengan hati yang tulus, mencerminkan karakter masyarakat Papua yang terbuka, ramah, dan penuh keikhlasan.

Karya ini juga menggambarkan kehidupan masyarakat adat Papua yang sederhana dan pragmatis, hidup selaras dengan alam, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan. Dengan gaya hidup yang mandiri namun harmonis, masyarakat Papua membuka diri kepada dunia luar tanpa kehilangan identitas budaya.

Pementasan Perdana di Panggung Internasional

Karya tari berdurasi 50 menit ini akan melakukan debut dunia di Panggung Bandaraya DBKL, Kuala Lumpur, pada Sabtu (23/11) pukul 19.00 waktu setempat. Setelah pementasan, acara akan dilanjutkan dengan sesi diskusi bertajuk Post Show Conversation pada pukul 21.30. Pementasan kedua akan digelar pada Minggu (24/11) mulai pukul 15.00.

Tim Produksi dan Kolaborator Profesional

“Kase Seka” adalah hasil kerja sama tim kreatif yang dipimpin oleh Eko Supriyanto sebagai koreografer dan Suroto sebagai dramaturg. Putri Pramesti Wigaringtyas bertindak sebagai produser dan manajer tur, dengan dukungan dari Alim Jeni sebagai desainer pencahayaan, serta Sigit Pratomo sebagai komposer musik. Rehearsal director Damri Aprizal dan Riyo Tulus Pernando bersama asisten Lie Mazizie Abubakar Puarada turut memastikan persiapan berjalan lancar. Desain kostum dipercayakan kepada Erika Dianingtyas dan Astri Kusuma Wardani.

Para penari yang terlibat adalah Galang Putra Ramadan, Muklis Akbar Sasefa, Putri Agnes Situs, Santina Sabuku, dan Henni Mery Wanasira. Kehadiran mereka membawa karakter kuat masyarakat Papua ke panggung internasional.

Harapan dan Relevansi

Melalui pentas ini, ISI Surakarta dan Pemkab Kaimana berharap dapat memperkenalkan kekayaan budaya Papua ke kancah global. Selain itu, karya ini menjadi simbol kolaborasi lintas daerah yang menekankan pentingnya pelestarian nilai-nilai tradisional di tengah perkembangan modernitas.

Dengan membawa “Kase Seka” ke panggung dunia, semangat gotong royong, kesederhanaan, dan harmoni yang menjadi jiwa masyarakat Papua diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi dunia internasional.

 

Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*