
JoSS, UNGARAN – Dua unit alat sistem peringatan dini tanah longsor (landslide early warning system/LEWS) telah dipasang di jalan utama Ungaran – Mranggen, di dusun Bandungan, Desa Kalongan. Alat ini bertujuan untuk mendeteksi pergerakan tanah di area yang berpotensi terjadi tanah longsor.
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Mediarso Tri Soelistyo, menjelaskan bahwa alat tersebut memiliki peran penting dalam memantau pergerakan tanah secara rinci.
“Alat ini memungkinkan kami untuk mendeteksi secara lebih akurat potensi tanah longsor susulan,” ujar Mediarso saat peresmian pemasangan LEWS di Dusun Bandungan pada Kamis (5/10/2023).
Pemasangan alat peringatan dini ini merupakan hasil kerjasama antara BPBD Kabupaten Semarang dengan Himpunan Mahasiswa Kesehatan Lingkungan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.
Peresmian dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Kusni Ingsih, Kepala Prodi Kesehatan Lingkungan Dr. Slamet Isworo, serta perwakilan dari Kecamatan Ungaran Timur dan Desa Kalongan.
Baca Juga: Target Pendapatan Daerah Kota Pekalongan Tahun 2024 Turun 3,7 Persen
Mediarso menambahkan bahwa BPBD terus berkomunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk melakukan studi geologis bersama Dinas ESDM Jateng dan akademisi. Alat deteksi ini akan membantu memperkuat sistem kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi tanah longsor susulan.
Kepala Prodi Kesehatan Lingkungan Udinus Dr. Slamet Isworo menjelaskan bahwa satu unit alat deteksi dini lainnya telah dipasang di Dusun Dampu, yang berjarak relatif lebih jauh dari titik potensi longsor.
Alat sensor ini terhubung dengan aplikasi yang mempermudah pemantauan pergerakan tanah. Aplikasi tersebut juga telah dirancang untuk mendeteksi titik tambahan jika diperlukan.
“Keunggulan dari aplikasi ini adalah kemampuannya untuk mentransfer data ke website, sehingga pengamatan menjadi lebih efisien,” jelasnya, dikutip dari.
Slamet juga mengungkapkan bahwa saat ini sedang diajukan pengadaan satu unit komputer subsidi dari Udinus untuk mendukung pemantauan.
Sekretaris Desa Kalongan, Fajar Abu Rizki, menyatakan bahwa bantuan alat deteksi dini ini merupakan yang pertama kali diberikan kepada desa mereka.
“Sebelumnya, ada beberapa mahasiswa yang melakukan penelitian tentang tanah longsor, tetapi Udinus adalah yang pertama memberikan bantuan alat seperti ini,” kata Fajar, dilansir dari jatengprov.go.id. (lna)

Leave a Reply