Tinjau Kebakaran TPA Jatibarang, Nana: Helikopter Water Bombing Siap Diterjunkan

TPA Jatibarang Kebakaran
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana didampingi Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti, meninjau dapur umum untuk petugas pemadam kebakaran yang memadamkan api kebakaran TPA Jatibarang, Minggu (8/10/2023) malam. (Istimewa)

JoSS, SEMARANG – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, telah meminta bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk mengirimkan helikopter yang dilengkapi dengan water bombing guna mempercepat pemadaman kebakaran TPA Jatibarang.

Upaya pemadaman titik api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang, yang kembali terbakar sejak Jumat (6/9/2023) terus berlanjut dengan tantangan yang cukup sulit.

Helikopter yang membawa peralatan water bombing tersebut dijadwalkan akan tiba di Kota Semarang pada Senin, 9 Oktober 2023, dengan pemadaman yang diharapkan dimulai pada Selasa, 10 Oktober 2023.

Pemadaman kebakaran di TPA Jatibarang menjadi sulit lantaran luasnya lokasi yang terkena dampak. Selain itu, akses masuk ke lokasi juga terbilang cukup sulit. Oleh karena itu, diperlukan penggunaan helikopter dengan peralatan water bombing untuk mengatasi situasi ini.

Baca Juga: Nana Yakin, Sinergitas TNI, Polri dan Pemda Mampu Mengawal Pemilu dan Pilkada 2024 untuk Mewujudkan Demokrasi Aman

Nana Sudjana menjelaskan bahwa area yang terbakar melibatkan sekitar lima hektare, mencakup tiga hektare di zona 3 dan dua hektare di zona 4 TPA tersebut.

“Kami harus menggunakan heli water bombing karena luasnya wilayah yang terkena dampak kebakaran ini,” ungkap Nana saat melakukan peninjauan pemadaman di TPA Jatibarang pada Minggu malam, 8 Oktober 2023.

Setiap harinya, sekitar 150-200 personel dari berbagai unsur, termasuk pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI/Polri, dan relawan, bekerja selama 24 jam untuk memadamkan api di TPA Jatibarang.

TPA Jatibarang Kebakaran

Dalam upaya pemadaman ini, sebuah dapur umum telah disiapkan di sekitar lokasi untuk memenuhi kebutuhan logistik para petugas.

Selain itu, truk tangki air juga telah ditempatkan di lokasi agar mobil pemadam kebakaran tidak perlu pergi jauh untuk mengambil air. Saat ini, api sudah mulai berkurang dan asapnya juga telah berkurang secara signifikan.

Nana Sudjana juga mengungkapkan bahwa selain kerugian lingkungan, kebakaran di TPA Jatibarang juga menyebabkan tiga anak sapi tewas. Pemerintah daerah akan membahas kemungkinan bantuan yang dapat diberikan kepada peternak yang terdampak.

Kebakaran di TPA  ini terjadi pada Jumat, 6 Oktober 2023, dan menghasilkan asap tebal yang sampai ke pemukiman warga sekitar. Upaya pemadaman terus dilakukan untuk meminimalkan dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*