JoSS, SEMARANG – Puluhan menu makanan berbahan dasar nonberas menjadi sorotan dalam Festival Pendamping Beras yang digelar di kawasan Simpang Lima Semarang. Festival ini bertujuan untuk mempromosikan makanan sehat nonberas dan nongandum sebagai alternatif konsumsi pangan yang lebih beragam dan lebih hemat, terutama di tengah kenaikan harga beras.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, atau yang akrab disapa Mbak Ita, menjelaskan tujuan dari festival ini adalah mengajak masyarakat untuk mengurangi konsumsi beras. “Masih banyak variasi makanan yang bisa dihadirkan di rumah,” ujarnya, seperti dikutip dari Antara.
Dalam Festival Pendamping Beras, diperkenalkan 10 bahan makanan alternatif nonberas dan nonterigu, seperti jagung, sukun, pisang, singkong, talas, ubi, porang, sagu, hanjeli, dan sorgum. Menurut Mbak Ita, sepuluh bahan pangan alternatif ini dapat diolah menjadi sajian utama, seperti roti yang terbuat dari sorgum, dengan rasanya yang tak kalah enak.
Selain menyehatkan, konsumsi makanan pendamping beras dinilai lebih hemat, terutama saat harga beras mengalami kenaikan. “Harga beras seringkali mengalami kenaikan, apalagi saat fenomena El Nino yang sedang terjadi. Intinya, tidak menghilangkan beras tapi mengurangi konsumsinya, karena makan bahan pendamping beras juga mengenyangkan dan menyehatkan,” tambahnya.
Baca Juga: Semarang Ajak Warga Budidayakan Melon Untuk Pengembangan Potensi Wisata dan Ketahanan Pangan
Festival Pendamping Beras melibatkan 114 komunitas yang masing-masing membuat minimal 50 porsi makanan alternatif yang kemudian dibagikan kepada masyarakat. Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI) Kota Semarang juga mendukung kampanye makanan alternatif berbahan nonberas dan nonterigu.
Ketua DPC PPJI Kota Semarang, Yanti M Sakoer, menyatakan kesiapannya untuk mempromosikan makanan pengganti beras sebagai cara untuk mengatasi kenaikan harga komoditas pangan. Para anggota PPJI Kota Semarang juga turut berkontribusi dengan menciptakan beragam menu makanan alternatif seperti nasi jagung, nasi tela, bubur sumsum, dan berbagai kue.
Mbak Ita optimis bahwa masyarakat akan menerima dengan baik inisiatif makanan alternatif berbahan nonberas ini. Hal ini juga perlu didukung oleh produsen-produsen nonberas untuk menggalakkan penggunaan bahan-bahan ini dalam makanan mereka.
Dalam upaya memperkenalkan makanan alternatif nonberas kepada masyarakat, Pemerintah Kota Semarang juga akan mengajak chef-chef atau koki hotel yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) untuk memberikan tutorial memasak menggunakan bahan-bahan nonberas tersebut.
Festival Pendamping Beras bukan hanya sebuah acara festival semata, tetapi juga sebuah langkah awal dalam upaya menjaga ketahanan pangan di Kota Semarang. Dengan menyediakan alternatif makanan yang sehat dan terjangkau, diharapkan masyarakat dapat menjalani pola makan yang lebih beragam dan hemat. (lna)

Leave a Reply