Percepat Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Pembangunan Pasar Banjarsari Ditarget Rampung September 2024

Pembangunan Pasar Banjarsari
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, dan Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid meresmikan dimulainya pembangunan Pasar Banjarsari, Rabu (11/10/2023). (foto: istimewa)

JoSS, PEKALONGAN – Pemerintah resmi memulai pembangunan Pasar Banjarsari di Kota Pekalongan, Rabu, 11 Oktober 2023. Inisiatif ini dianggap sebagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Pasar tradisional yang sedang dibangun ini diyakini akan menjadi pendorong utama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Pembangunan Pasar Banjarsari, yang ditargetkan selesai sebelum September 2024, dimulai dengan penekanan sirine oleh Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, dan sejumlah pejabat terkait.

Sumarno, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, menjelaskan bahwa keberadaan pasar tradisional memiliki peran kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kota Pekalongan adalah kota jasa dan salah satu sentra batik, sehingga pasar Banjarsari sangat diharapkan dapat menjadi penopang penting bagi pertumbuhan ekonomi,” kata Sumarno dalam keterangannya.

Baca Juga: Komisi A DPRD Jateng Memastikan Persiapan Pemilu 2024 di Kota Tegal

Sumarno juga mengungkapkan harapannya agar pembangunan pasar ini dapat selesai sesuai dengan target yang telah ditetapkan, karena masyarakat Pekalongan sangat menantikan pembangunan tersebut.

Selain mempercepat pembangunan fisik pasar, Sekda juga meminta Pemerintah Kota Pekalongan untuk mempersiapkan relokasi pedagang dengan cermat. Langkah ini diambil untuk menghindari masalah yang sering muncul saat pedagang dipindahkan dari pasar darurat ke pasar yang sudah selesai dibangun.

Sekda juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Perdagangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Pemerintah Kota Pekalongan, serta semua pihak yang terlibat dalam mengurus proses perencanaan pembangunan pasar. Ia menekankan bahwa proses perencanaan memerlukan waktu yang tidak sebentar.

Pasar Banjarsari akan memiliki tiga lantai dengan kapasitas untuk menampung sekitar 3.170 pedagang, termasuk 2.256 unit los, 803 kios, dan 111 toko. Bangunan pasar ini akan memiliki luas mencapai 34.161 meter persegi.

Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan, juga menyatakan bahwa pasar tradisional di mana pun berada adalah jantung ekonomi rakyat. Oleh karena itu, pemerintah dan para pemangku kepentingan terkait, harus bekerja sama untuk meningkatkan kemampuan para pedagang dalam memajukan ekonomi masyarakat.

Di tengah pesatnya pertumbuhan pasar online yang menawarkan berbagai produk, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa keberadaan pasar tradisional harus tetap mampu bersaing.

Ia berpendapat bahwa perlu ada regulasi yang mengatur operasional pasar online agar tidak menghambat toko-toko offline. “Jangan sampai aturan banyak berlaku untuk toko offline, sementara toko online bebas dari pengawasan,” tambahnya.

Selain pengaturan pasar online, upaya untuk mencegah banjirnya produk impor di pasar domestik juga dianggap penting. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Pasar Banjarsari dan pasar tradisional lainnya akan terus berperan sebagai lokomotif ekonomi daerah. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*