Pemprov Jateng Ajak Santri Perangi Stunting Melalui Edukasi Kesehatan

Sumarno

JoSS, DEMAK – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam upaya meningkatkan program penurunan prevalensi stunting yang memprihatinkan. Salah satu langkah yang diambil adalah mengajak para santri untuk aktif dalam penanggulangan stunting melalui sosialisasi dan edukasi tentang risiko pernikahan usia dini.

“Jihad adalah upaya sungguh-sungguh dalam menghadapi berbagai masalah di Indonesia. Salah satunya adalah masalah stunting, dan kita harus berjihad untuk mengatasinya,” kata Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, dalam sarasehan “Jo Kawin Bocah Ben Ora Stunting” yang diselenggarakan di Pendapa Kabupaten Demak, Minggu (22/10/ 2023).

Sumarno menjelaskan bahwa stunting, yang merupakan gangguan pertumbuhan anak, terjadi akibat berbagai faktor. Salah satunya adalah pernikahan usia dini yang berpotensi menghasilkan bayi yang mengalami stunting. Ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang gizi dan kesehatan sebelum menikah, selama kehamilan, dan saat melahirkan.

Baca Juga: P3PD Dorong Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Guna Tingkatkan Kapasitas Aparatur Desa

Pemerintah berharap para santri yang telah menyelesaikan pendidikan mereka dan kembali ke masyarakat dapat membantu menyosialisasikan program-program pemerintah terkait penanganan stunting. Hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang kurang memahami penyebab, dampak, dan cara pencegahan stunting.

“Kami berharap adik-adik dalam sarasehan ini tidak akan berkontribusi pada masalah stunting. Generasi pelajar dan santri yang merupakan usia produktif diharapkan tidak menikah pada usia dini,” kata Sumarno.

Dalam kesempatan ini, ia juga meminta para santri yang memiliki landasan agama yang kuat untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya pernikahan usia dini.

Sementara itu, Kepala Bidang Pondok Pesantren Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Muhtasid, menyatakan bahwa sarasehan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Santri Nasional ke-9 tingkat Provinsi Jawa Tengah. Acara ini dihadiri oleh 500 santri dan pelajar MA/SMA dari berbagai lembaga pendidikan di Kabupaten Demak dan sekitarnya.

Tujuan sarasehan ini adalah untuk mengurangi angka pernikahan usia dini di Jawa Tengah. Selain itu, peserta yang merupakan usia produktif diharapkan memahami risiko kehamilan pada usia anak-anak, terutama yang berusia di bawah 19 tahun, dengan harapan dapat mengurangi angka stunting. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*