JoSS, BATANG – Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) kini tersambung langsung dengan tol Trans Jawa pada ruas Semarang-Batang, sebuah langkah yang diharapkan akan semakin memacu pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.
Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), Nasrullah, mengumumkan bahwa koneksi ini menjadi kenyataan dengan selesainya pembangunan simpang susun yang menjadi akses penghubung antara KITB dan tol Trans Jawa.
“Sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam peningkatan perekonomian nasional, PT JSB telah menyelesaikan pembangunan simpang susun kawasan industri Batang,” ujarnya, seperti dikutip dari Antara.
Dengan terhubungnya KITB ke tol Trans Jawa, diharapkan akan mendorong pertumbuhan sektor industri dan meningkatkan lalu lintas kendaraan di tol Semarang-Batang. Tol Semarang-Batang yang memiliki panjang 75 km menghubungkan wilayah penting di Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang, Kabupaten Kendal, dan Batang.
Di sebelah barat, tol ini berhubungan langsung dengan Jalan Tol Pemalang-Batang, sementara di sebelah timur terhubung langsung dengan ruas tol dalam Kota Semarang. Ruas tol Semarang-Batang dilengkapi dengan lima gerbang tol dan empat titik tempat beristirahat.
Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga Pangan, TPID Batang Bersama BI dan Bulog Gelar Operasi Pasar Murah
Nasrullah juga menyoroti manfaat waktu tempuh yang lebih singkat berkat tol ini. Perjalanan dari Semarang ke Batang, atau sebaliknya, dapat ditempuh lebih cepat, menghemat waktu perjalanan hingga satu jam dibandingkan dengan menggunakan jalan konvensional.
Direktur Keuangan KITB, Evi Afiatin, menambahkan bahwa KITB merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah memberikan dampak positif bagi kawasan industri. Dalam waktu kurang dari dua tahun, lahan Fase 1 KITB seluas 450 Ha telah terjual habis dan telah diisi oleh 13 tenant, di mana 6 di antaranya sedang dalam tahap konstruksi.
“Selain itu, dalam waktu yang singkat ini KITB berhasil membawa kawasan untuk siap operasional pada awal tahun 2024. Hal inilah yang menjadikan KITB memenangkan kategori tersebut,” katanya, belum lama ini.
Berbagai perusahaan, seperti KCC Glass Indonesia dari Korea Selatan yang akan menjadi pabrik kaca terbesar di Asia Tenggara, Yih Quan Footwear Indonesia dari Taiwan, Rumah Keramik Indonesia (RKI), dan Wavin dari Belanda yang memproduksi pipa PVC, telah bergabung dengan KITB.
Selain itu, KITB juga menarik perusahaan di bidang kesehatan, seperti Jayamas Medika Industri, Tawada Healthcare, Interskala Medika Indonesia, Interskala Medika Solusindo, dan Acindo Medika, yang menjadi tenant penting dalam menghadapi pandemi Covid-19.
KITB juga memenangkan penghargaan “Best Township Master Plan Design” atas konsepnya yang terintegrasi dan berkelanjutan, mencakup infrastruktur dan utilitas terpadu dalam satu kawasan. Dukungan multiakses seperti akses langsung ke Tol Trans Jawa, Jalan Nasional Pantura, dan lainnya menjadikan KITB sebagai kawasan industri yang sangat menjanjikan.
“Utilitas dan fasilitas lainnya yang dimiliki KITB sangat lengkap berupa jalan kawasan, rumah susun, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), bendung urang, dan jaringan transmisi, menjadikan KITB sebagai solusi terbaik bagi industri di Jawa Tengah,” tandasnya.
Dengan dukungan dari tol Trans Jawa dan infrastruktur yang lengkap, KITB siap untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Jawa Tengah dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitarnya. (lna)

Leave a Reply