Jaga Stabilitas Harga Pangan, TPID Batang Bersama BI dan Bulog Gelar Operasi Pasar Murah

TPID Batang
Penjabat Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki saat meninjau Operasi Pasar Murah, di Jalan Veteran Kabupaten Batang, baru-baru ini. (foto:jatengprov.go.id)

JoSS, BATANG – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Batang bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Cabang Tegal dan Perum Bulog Cabang Pekalongan telah meluncurkan program “Operasi Pasar Murah” yang akan berlangsung dari akhir September hingga awal November 2023.

Program ini bertujuan untuk menekan laju inflasi yang masih tinggi, terutama terkait dengan harga-harga kebutuhan pokok, demi masyarakat yang kurang mampu.

Penjabat Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, berharap bahwa Operasi Pasar Murah dapat membantu mengendalikan kenaikan harga beras di pasar. Ia mengungkapkan harapannya ketika melakukan peninjauan Operasi Pasar Murah di Jalan Veteran Kabupaten Batang.

Baca Juga: Perbaikan Akses Jalan Desa Membantu Petani di Desa Pesalakan, Batang

“Semoga secara bertahap harga beras di pasar dapat turun, karena kami sudah melihat adanya penurunan harga beras di pasar saat ini,” ujarnya, dikutip dari jatengprov.go.id.

Dalam setiap kegiatan Operasi Pasar Murah, masyarakat dapat membeli paket sembako seharga Rp80 ribu yang berisi beras seberat 10 kilogram, minyak sebanyak 1 liter, dan gula seberat 1 kilogram. Lani Dwi Rejeki juga menjelaskan bahwa harga beras dalam program ini lebih murah dibandingkan dengan harga di pasar umum.

“Jika harga beras di pasar mencapai Rp13 ribu per kilogram, di sini hanya Rp12 ribu per kilogramnya,” ungkapnya.

Program serupa akan dilaksanakan di tujuh kecamatan lain, seperti Warungasem pada 3 Oktober, Bandar pada 10 Oktober, Blado pada 24 Oktober, Subah pada 31 Oktober, dan Limpung pada 7 November 2023.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Marwadi, menjelaskan bahwa kegiatan Operasi Pasar Murah diselenggarakan untuk meredakan laju inflasi. Pada Agustus 2023, laju inflasi tahunan di kota Tegal mencapai 3,76 persen (year-on-year) dengan target 3,1 persen.

Marwadi juga menambahkan bahwa kegiatan serupa juga dilakukan di berbagai kabupaten/kota lain di eks Karesidenan Pekalongan, dengan tersebarnya 56 titik operasi.

“Sementara itu, kami juga membagikan bibit cabai gratis kepada masyarakat, sehingga mereka dapat menanamnya sendiri dan memenuhi kebutuhan bumbu dapur di pekarangan mereka,” kata Marwadi.

Selama tahun ini, BI telah membagikan 17 ribu bibit cabai ke pondok pesantren dan masjid, memungkinkan warga untuk mencukupi kebutuhan bumbu dapur di lingkungan mereka.

Kepala Perum Bulog Cabang Pekalongan, Ramadin Ruding, mengungkapkan bahwa sebanyak 400 paket sembako telah didistribusikan langsung kepada warga yang kurang mampu, dan dalam waktu dekat, pihaknya akan menyediakan bantuan pangan sebesar 800 ton.

“Masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan bahan pangan karena stok beras di eks Karesidenan Pekalongan masih mencapai 24 ribu ton, dengan Batang memiliki stok sebesar 2.600 ton. Jadi, tidak perlu khawatir membeli dengan jumlah yang berlebihan,” tegasnya.

Salah satu warga Kecamatan Batang, Jumainah, merasa terbantu dengan adanya Operasi Pasar Murah karena harga-harga yang ditawarkan lebih terjangkau dibandingkan dengan harga di pasar konvensional.

“Cukup dengan membayar Rp80 ribu, kami sudah mendapatkan beras, minyak goreng, dan gula,” katanya dengan senang hati. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*