Kualitas Udara di 19 Wilayah Tidak Sehat, Malaysia Minta Respons Indonesia

Kualitas Udara Malaysia
Ilustrasi, Seorang pria di dusun Babatan Saudagar, provinsi Sumatera Selatan, berupaya memadamkan api di sejumlah lahan pertanian. (Foto: Mahesa Putra/Mongabay)

JoSS, KUALA LUMPUR – Data dari Sistem Manajemen Indeks Polusi Udara (APIMS) pada Minggu petang menunjukkan bahwa kualitas udara di 19 wilayah di Semenanjung Malaysia tidak sehat, dengan tingkat partikel atmosfer berukuran kurang dari 2,5 mikron (PM2,5) berada pada angka 101-200. Kondisi ini merupakan peningkatan dari 14 wilayah pada pagi hari yang sama.

Konsentrasi PM2,5 tertinggi tercatat di Nilai, Negeri Sembilan, mencapai 162 mikrogram per meter kubik (µg/m3), diikuti oleh Batu Pahat, Johor, dengan 161 µg/m3. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan bahwa konsentrasi PM2,5 sebaiknya tidak melebihi 10 µg/m3.

Penurunan kualitas udara ini telah berlangsung sejak akhir September 2023, dengan wilayah-wilayah di Semenanjung Malaysia mengalami dampaknya. Meskipun sempat membaik setelah hujan pada Selasa (3/10/2023), kualitas udara kembali memburuk dalam beberapa hari berikutnya.

Baca Juga: Malaysia Kembali Keluhkan Kebakaran Hutan di Indonesia yang Memperburuk Polusi Udara

Menteri Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim Malaysia, Nik Nazmi Ahmad, pada Kamis (5/10/2023), mengungkapkan bahwa pemerintah Malaysia telah mengirim surat kepada pemerintah Indonesia dan Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur terkait polusi asap. Pemerintah Malaysia menantikan respons dari Indonesia terkait penyelesaian Perjanjian ASEAN tentang Polusi Asap Lintas Batas.

“Kami menunggu respons dari pemerintah Indonesia terkait penyelesaian Perjanjian ASEAN tentang Polusi Asap Lintas Batas,” ujarnya, seperti dikutip dari Antara, Senin (9/10/2023).

Selain itu, Malaysia juga telah mengirim surat kepada perusahaan-perusahaan perkebunan milik Malaysia yang beroperasi di Indonesia untuk memastikan bahwa mereka mematuhi hukum dan mencegah pembakaran. Upaya ini bertujuan untuk mengurangi kontribusi polusi udara yang memengaruhi kualitas udara di Semenanjung Malaysia.

Situasi kualitas udara yang tidak sehat ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah Malaysia, yang terus berupaya menjaga kualitas udara yang baik demi kesejahteraan masyarakatnya serta mengharapkan kerja sama dengan Indonesia untuk mengatasi masalah ini secara bersama-sama. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*