Gunung Merapi Kembali Aktif, Guguran Lava Pijar dan Potensi Bahaya

Gunung Merapi Kembali Aktif
Merapi, 2023-10-08 06:00 - 12:00 Taken 2023-10-08 05:27:00 WIB (UTC +7) (magma.esdm)

JoSS, SLEMAN – Aktivitas vulkanik di Gunung Merapi, gunung api yang terletak di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, kembali memunculkan kekhawatiran.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan bahwa gunung ini mengeluarkan guguran lava pijar dengan jarak maksimum mencapai 1,8 kilometer.

Kejadian tersebut tercatat terjadi mulai pukul 18.00 hingga 24.00 WIB, yang memicu keprihatinan di kalangan para ilmuwan dan pihak berwenang. Suraji, petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi, menjelaskan aktivitas guguran lava cukup intens dengan jarak luncur 1.800 meter.

“Teramati sebanyak 20 kali guguran lava yang menuju ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter,” kata Suraji seperti dikutip dari Antara, Senin (9/9/2023).

Baca Juga: Tinjau Kebakaran TPA Jatibarang, Nana: Helikopter Water Bombing Siap Diterjunkan

Selain guguran lava, BPPTKG mencatat bahwa terdapat 30 kali gempa guguran dengan amplitudo berkisar antara 3 hingga 14 milimeter dan durasi gempa bervariasi antara 35,64 hingga 197,24 detik selama periode enam jam. Selain itu, terjadi juga 30 kali gempa hybrid dengan amplitudo 3 hingga 10 milimeter dan durasi gempa antara 4,4 hingga 9,32 detik.

Guguran lava pijar ini memiliki potensi bahaya yang mengancam wilayah sektor selatan-barat daya, termasuk Sungai Boyong dengan jarak maksimal lima kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng dengan jarak maksimal tujuh kilometer. Di sektor tenggara, wilayah yang berisiko meliputi Sungai Woro dengan jarak maksimal lima kilometer dan Sungai Gendol sejauh lima kilometer.

BPPTKG segera mengeluarkan imbauan kepada masyarakat di daerah berpotensi bahaya untuk menghentikan kegiatan mereka. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat aktivitas vulkanik ini. Selain guguran lava, BPPTKG juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap bahaya lahar, terutama saat hujan di sekitar Gunung Merapi.

Pihak berwenang dan tim ilmuwan terus memantau situasi Gunung Merapi dengan seksama. Semua langkah pencegahan dan evakuasi akan diambil jika aktivitas vulkanik meningkat dan mengancam keselamatan penduduk yang tinggal di sekitar kawasan berpotensi bahaya Gunung Merapi. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*