BMKG Beri Tips Menghadapi Cuaca Panas yang Meningkat

Ilustrasi Gerak Semu Matahari
Ilustrasi (Foto: Africa Images)

JoSS, CILACAP – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi peningkatan suhu udara yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan sebagai dampak dari gerak semu matahari.

Menurut Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, suhu udara di Indonesia telah mengalami peningkatan sejak beberapa hari lalu. Bahkan, di Jawa Tengah, suhu maksimum pada hari Sabtu (30/9) mencapai 38 derajat Celsius di beberapa lokasi seperti Stasiun Klimatologi Semarang, dan 36,7 derajat Celsius di Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang.

Namun, Teguh menambahkan bahwa di Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, suhu udara maksimum masih berkisar 30 derajat Celsius dalam beberapa hari terakhir hingga Selasa (3/10). Meskipun demikian, BMKG memperkirakan bahwa suhu udara di Cilacap akan terus meningkat.

Dikutip dari Antara, peningkatan suhu yang cukup signifikan ini terkait dengan gerak semu matahari, yang saat ini berada di belahan bumi selatan. Selain itu, kurangnya tutupan awan di Pulau Jawa juga berdampak pada suhu yang meningkat, karena matahari langsung menyinari bumi tanpa terhalang.

Dalam konteks klimatologi, data sejak tahun 1991 hingga 2020 menunjukkan bahwa suhu udara maksimum di wilayah Cilacap pernah mencapai 34 derajat Celsius pada bulan Oktober, terjadi pada tahun 2016. Sementara suhu tertinggi pernah tercatat pada bulan Maret 2012, mencapai 35,3 derajat Celsius.

Baca Juga: 30 Daerah di Jateng Dilanda Kekeringan, Puncak Kemarau Masih Berlanjut Hingga Oktober 2023

“Dengan demikian, potensi peningkatan suhu maksimum pada bulan Oktober perlu diwaspadai,” tegas Teguh.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi dampak cuaca panas yang meningkat dengan beberapa tips sederhana. Salah satunya adalah menggunakan payung atau baju yang dapat menutupi tubuh agar terhindar dari sengatan matahari langsung. Selain itu, penting untuk minum air putih secara cukup dan mengurangi aktivitas di luar ruangan bila memungkinkan.

Selain masalah suhu yang meningkat, BMKG juga mencatat perkembangan hari tanpa hujan yang berkelanjutan di Cilacap. Beberapa wilayah di Cilacap bagian tengah dan barat telah mengalami kekeringan ekstrem selama lebih dari 60 hari tanpa hujan. Wilayah lainnya masuk dalam kategori menengah hingga sangat panjang, yaitu 11-60 hari tanpa hujan.

Meskipun beberapa hari lalu hujan sempat turun di beberapa wilayah Cilacap dan sekitarnya, intensitasnya tergolong ringan. Prakiraan hujan untuk bulan Oktober masih menunjukkan kategori rendah, yaitu 0-50 milimeter.

BMKG terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan informasi yang diperlukan untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi cuaca yang ekstrem.(lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*