Nana Sudjana dan Pratikno Pimpin Penyaluran  686,78 Ton Beras Bantuan Presiden di Sukoharjo

Nana Sudjana Pratikno
Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs Nana Sudjana AS, MM, dan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, hadir mewakili Presiden Joko Widodo serahkan bantuan beras kepada masyarakat di Kabupaten Sukoharjo, di Sentra Pengolahan Beras Bulog Sukoharjo pada Rabu (20/9/2023). (foto: istimewa)

JoSS, SUKOHARJO – Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs Nana Sudjana AS, MM, dan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, memimpin penyaluran 686,78 ton beras bantuan Presiden Joko Widodo kepada masyarakat di Kabupaten Sukoharjo.

Untuk diketahui, Badan Pangan Nasional melalui Bulog akan mendistribusikan sebanyak 33.997.540 kg beras di Provinsi Jawa Tengah selama bulan September-November 2023. Jumlah tersebut akan dibagikan kepada 3.399.754 keluarga penerima manfaat.

Penyaluran di Provinsi Jawa Tengah melalui Bulog Kanwil Jawa Tengah mencapai 2.235.378 kg, sementara di Bulog Kanwil D.I. Yogyakarta sebanyak 1.164.376 kg. Proses distribusi ini akan dilakukan melalui PT Jasa Prima Logistik.

Di Kabupaten Sukoharjo, sebanyak 68.678 keluarga penerima manfaat telah menerima 686.780 kg beras, yang mencapai 85% dari jumlah yang disalurkan.

Nana Sudjana beras bantuan

Kehadiran Nana dan Pratikno mewakili Presiden Jokowi dalam acara penyaluran bantuan beras ini dilakukan di Sentra Pengolahan Beras Bulog Sukoharjo pada Rabu (20/9/2023).

Menurut Nana, bantuan ini merupakan langkah antisipasi menghadapi kemungkinan penurunan produksi beras selama musim kemarau panjang.

Baca Juga: Perekonomian Jateng Triwulan II/2023 Tumbuh 5,34%, Nana: Melebihi Capaian Nasional

“Pak Presiden sebenarnya akan datang untuk menyerahkan bantuan beras dari pemerintah kepada masyarakat di sini. Namun, karena keterlambatan perjalanan dari Jakarta ke Solo dan jadwal yang padat, Presiden meminta kami, bersama Menteri Sekretaris Negara, Kepala Badan Pangan Nasional, dan Bulog, untuk mewakili beliau dalam penyaluran bantuan beras di Sukoharjo,” kata Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana di Sentra Pengolahan Beras Bulog Sukoharjo pada Rabu (20/9/2023).

Dia menjelaskan awalnya, Presiden Joko Widodo bersama Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, sudah tiba di Solo. Namun, karena adanya keterlambatan dalam perjalanan dan jadwal yang ketat, Presiden memutuskan untuk membagi tugas dengan Menteri Sekretaris Negara. Presiden menghadiri acara di Stadion Manahan sementara Menteri Sekretaris Negara didampingi oleh Pj Gubernur Jawa Tengah mewakili penyaluran bantuan beras kepada masyarakat di Sukoharjo.

“Kami mohon pemahaman dan semoga kehadiran kami di sini tidak mengurangi rasa kebersamaan kita. Yang penting, bantuan berasnya sudah diberikan kepada semua yang berhak, bukan begitu?” tambah Nana Sudjana.

Sementara itu Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, menjelaskan bantuan beras dari Presiden adalah bentuk kepedulian beliau terhadap rakyatnya, terutama dalam situasi saat ini di mana banyak negara menghadapi musim kemarau panjang.

Presiden, lanjutnya, mengambil tindakan antisipasi dengan menyediakan sekitar 640 ton beras. Bantuan ini akan diberikan kepada 21,3 juta keluarga penerima bantuan yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Sukoharjo pada Rabu sore.

“Pemerintah sadar bahwa saat ini kita menghadapi kemarau panjang dan ada potensi penurunan produksi beras. Oleh karena itu, Presiden memberikan bantuan sebanyak 640 ribu ton beras yang akan diberikan kepada 21.300.000 keluarga penerima bantuan. Setiap bulan, masing-masing keluarga akan menerima 10 kg beras selama tiga bulan. Pemberian secara simbolis telah dilakukan tadi,” ujar Pratikno.

Pratikno juga menambahkan bahwa selain memberikan bantuan beras sebanyak 640 ton kepada 21,3 juta keluarga, pemerintah terus mempercepat distribusi beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) ke berbagai pasar, baik pasar tradisional maupun pasar modern, termasuk pasar induk. Tujuannya adalah menjaga stabilitas harga beras di pasar. Selain itu, produksi beras di daerah dengan pasokan air yang cukup juga ditingkatkan.

“Kita harus siap menghadapi situasi ini. Kita yakin bahwa dengan meningkatkan produksi di daerah dengan persediaan air yang cukup, kita dapat terus meningkatkan produktivitas. Distribusi ke masyarakat juga harus tetap terjaga. Saat ini, harga beras terus turun, dan ini berkaitan dengan hukum supply and demand. Jika pasokan banyak di pasar, maka harga akan turun,” pungkasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*