Perekonomian Jateng Triwulan II/2023 Tumbuh 5,34%, Nana: Melebihi Capaian Nasional

Perekonomian Jateng II 2023
Rapat Paripurna DPRD Jateng pada masa persidangan pertama Tahun Sidang 2023/2024 di ruang rapat DPRD Jateng pada Rabu (20/9/2023) (Istimewa)

 JoSS, SEMARANG – Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Nana Sudjana, AS, MM, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan II tahun 2023 mencapai 5,23% (year-on-year), melebihi capaian nasional sebesar 5,17% (year-on-year).

Sementara itu, pendapatan daerah Jawa Tengah pada perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2023 diproyeksikan mengalami kenaikan sebesar Rp13,79 miliar.

Nana menjelaskan angka tersebut mewakili kenaikan sebesar 0,05 persen dari total pendapatan daerah Jateng yang mencapai Rp26,204 miliar.

Menurutnya kenaikan pendapatan tersebut disebabkan oleh tiga faktor utama, yaitu peningkatan pendapatan transfer sebesar Rp956 juta, pendapatan daerah yang sah sebesar Rp398,7 juta, serta pendapatan asli daerah sebesar Rp12,43 miliar.

Baca Juga: Pj Gubernur Jateng Nana: ASN Harus Bisa Jadi Teladan Bagi Masyarakat dalam Menerapkan Nilai-Nilai Islam

Perekonomian Jateng 2023

“Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ini terjadi karena penyesuaian pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) rumah sakit, peningkatan penerimaan dari Bus Trans Jateng, dan hasil positif kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pada tahun 2022 sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS),” ujar Nana dalam Rapat Paripurna DPRD Jateng pada masa persidangan pertama Tahun Sidang 2023/2024 di ruang rapat DPRD Jateng pada Rabu (20/9/2023).

Lebih lanjut Nana mengumumkan laju inflasi di bulan Agustus 2023 tercatat sebesar 3,29% (year-on-year), yang lebih rendah dibandingkan dengan tingkat inflasi di bulan Agustus 2022, yang mencapai 5,03% (year-on-year).

Nana berpendapat bahwa hal ini terjadi karena permintaan barang dan jasa menjadi lebih stabil. Ia menargetkan bahwa tingkat inflasi di Jawa Tengah pada tahun 2023 dapat ditekan hingga sekitar 3,0 persen ditambah 1 persen.

“Melihat kondisi tersebut, kami memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah akan tetap positif pada tahun 2023, dengan kisaran angka antara 5,20 persen hingga 5,60 persen,” tambahnya.

Adapun persentase penduduk miskin di Jawa Tengah pada Maret 2023 mengalami penurunan menjadi 10,77 persen. Penurunan ini sebanyak 0,21 persen poin dibandingkan dengan September 2022 yang mencapai 10,98 persen.

Nana menjelaskan bahwa penurunan ini merupakan hasil dari upaya terus-menerus dalam mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin, meningkatkan pendapatan mereka, serta mengurangi wilayah-wilayah dengan tingkat kemiskinan yang tinggi.

“Dengan dasar tersebut, kami berupaya untuk menurunkan tingkat kemiskinan hingga mencapai target sekitar 9,86 persen hingga 9,05 persen pada tahun 2023,” tegas Nana.

Lebih lanjut, Nana juga mengumumkan target penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka hingga akhir tahun 2023, yang ditargetkan mencapai 5,48 persen hingga 4,80 persen. Ia merasa optimis dengan penurunan tingkat pengangguran terbuka di Jawa Tengah yang sudah terjadi sebanyak 0,51 persen poin menjadi 5,24 persen pada Februari 2023. Pada tahun sebelumnya, tingkat pengangguran terbuka mencapai 5,75 persen.

“Penurunan ini terjadi karena meningkatnya aktivitas ekonomi dan penyerapan tenaga kerja,” pungkasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*