JoSS, SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, yang akrab disapa Mbak Ita, telah melakukan kunjungan ke reservoir PDAM Kota Semarang di Jalan Kelud pada Jumat (8/9/2023) untuk memastikan ketersediaan air bersih selama musim kemarau panjang.
Mbak Ita memberikan penjelasan bahwa pasokan air bersih di Kota Semarang akan mencukupi hingga akhir tahun ini, dengan hanya sedikit penurunan di beberapa wilayah tertentu.
“Hasil penjelasan dari tim PDAM menunjukkan bahwa ketersediaan air bersih masih mencukupi, Insya Allah. Meskipun terdapat penurunan sekitar 5% hingga 10% di wilayah Kudu, yang memerlukan pemompaan air dari Kedungombo,” ungkap Mbak Ita.
“Stok air di Kudu selama ini digunakan untuk mensuplai wilayah Rowosari, Meteseh, Jabungan, dan sekitarnya. Namun, untuk wilayah utara, tengah, dan selatan, Insya Allah keadaannya aman,” tambahnya.
Baca Juga: Krisis Air Bersih Melanda 26 Desa di Kabupaten Brebes, Ribuan Jiwa Terdampak
Mbak Ita juga mengungkapkan bahwa ada enam wilayah yang mengalami kekurangan air, termasuk Rowosari dan Gondoriyo, yang akan mendapatkan bantuan penyaluran air bersih dari Kementerian PUPR. Namun, ia menekankan bahwa pasokan air bersih di Kota Semarang sebenarnya sudah mencukupi melalui PDAM, asalkan penduduk mau melakukan penyambungan ke jaringan PDAM.
“Penyambungan ke jaringan PDAM ini sebenarnya dapat memenuhi kebutuhan air di wilayah-wilayah tersebut. Namun, terkadang penduduk masih enggan untuk bergabung dengan jaringan PDAM dan lebih memilih menggunakan sumur dan pipa artesis,” jelas Mbak Ita.
Mbak Ita berpendapat bahwa penduduk masih perlu lebih dipahamkan tentang manfaat penyambungan ke jaringan PDAM, dan inisiatif ini membutuhkan sosialisasi lebih lanjut. Ia menghimbau para camat dan lurah untuk berperan aktif dalam berkomunikasi dengan warganya di wilayah masing-masing.
“Selain itu, kita juga perlu menjelaskan bahwa air bersih yang aman sesuai standar Kemenkes memiliki bau klorin. Kami juga harus mengklarifikasi mengapa PDAM menghentikan pasokan air selama hujan, yang sebenarnya disebabkan oleh pencemaran air oleh sampah. Semua informasi ini harus disampaikan kepada masyarakat agar mereka lebih memahami,” tandas Mbak Ita, dikutip dari semarangkota.go.id.
Dengan kunjungannya ke PDAM dan penjelasan tersebut, Mbak Ita telah memastikan bahwa upaya untuk menjaga ketersediaan air bersih di Kota Semarang terus dilakukan, serta pentingnya peran masyarakat dalam mendukung penyediaan air bersih yang aman dan sehat. (lna)

Leave a Reply