Krisis Air Bersih Melanda 26 Desa di Kabupaten Brebes, Ribuan Jiwa Terdampak

Krisis Air Bersih Brebes
PMI Kabupaten Brebes dan PDAM Tirta Baribis mendistibusikan air bersih di Desa Cikadung, Kec. Banjarharjo, Kab. Batang (Dokumentasi PMI Brebes)

JoSS, BREBES – Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menghadapi krisis air bersih yang mengkhawatirkan. Sebanyak 26 desa di delapan kecamatan kini berjuang menghadapi kekurangan pasokan air bersih. Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes, sekitar 7.733 kepala keluarga (KK) atau sekitar 39.484 jiwa telah terdampak oleh krisis ini.

Awalnya, krisis air bersih hanya terjadi di tujuh desa di empat kecamatan sejak Agustus. Namun, situasi memburuk sejak pertengahan Agustus, ketika krisis air bersih melanda 21 desa di delapan kecamatan. Pada pekan pertama September, jumlah desa yang terdampak kembali bertambah menjadi 26 desa di delapan kecamatan.

Kepala BPBD Brebes, Nuhsy Mansur, mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan upaya penyediaan air bersih ke 26 desa yang terkena dampak krisis. Sebanyak 946.000 liter air bersih, setara dengan sekitar 202 tangki air, telah disalurkan melalui berbagai upaya koordinasi antara BPBD, PMI, Dinsos, dan pihak lainnya.

Baca Juga: Krisis Air Bersih: 62 Desa di Demak Dilanda Kekeringan, Stok Air Menipis

“Hasil dari upaya penyediaan air bersih ini menunjukkan bahwa 26 desa di delapan kecamatan saat ini mengalami krisis air bersih,” ungkap Nuhsy Mansur pada Jumat (8/9/2023), dikutip dari detikJateng.

Nuhsy juga menjelaskan bahwa delapan kecamatan yang terkena dampak krisis air bersih adalah Kecamatan Tonjong dengan dua desa, Ketanggungan dengan tiga desa, Bantarkawung dengan lima desa, Banjarharjo dengan tujuh desa, Larangan dengan lima desa, Bumiayu dengan dua desa, Paguyangan dengan satu desa, dan Kersana dengan satu desa. Jumlah total penduduk yang terdampak mencapai 39.484 jiwa.

Diperkirakan krisis air bersih ini akan berlanjut hingga bulan September, bahkan ada kemungkinan berlanjut hingga Oktober mendatang. Oleh karena itu, BPBD Brebes meminta pemerintah desa untuk segera melaporkan kondisi krisis air bersih di wilayah mereka agar dapat segera ditangani.

“Kami berharap upaya penyediaan air bersih ini dapat memberikan sedikit bantuan bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan air bersih. Kami juga mengajak stakeholder dan pengusaha setempat untuk turut membantu dalam penyediaan air bersih,” tambahnya.

Nuhsy menjelaskan bahwa krisis air bersih terutama berdampak di daerah dataran tinggi atau wilayah selatan Kabupaten Brebes. Sumber-sumber air di daerah tersebut semakin berkurang karena kerusakan hutan lindung yang mengalami perubahan fungsi menjadi lahan pertanian.

“Penurunan pasokan air bersih di daerah dataran tinggi ini disebabkan oleh kerusakan hutan lindung yang telah beralih fungsi menjadi lahan pertanian,” jelasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*