JoSS, BATANG – Dampak kemarau panjang yang melanda Kabupaten Batang tidak hanya terbatas pada krisis air bersih di beberapa desa, tetapi juga memengaruhi harga beras di Pasar Batang yang mengalami kenaikan yang signifikan.
Pantauan langsung di sejumlah pasar di Batang mengungkapkan bahwa harga beras kini telah mengalami perubahan. Harga yang sebelumnya berkisar antara Rp11-12 ribu per kilogram kini telah naik menjadi Rp13-14 ribu per kilogram.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang, Wahyu Budi Santoso, mengakui bahwa kenaikan harga beras ini dipicu oleh kemarau panjang yang berkepanjangan. Namun, dia mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap tenang menghadapi fenomena ini.
Baca Juga: Harga Beras di Batang Merangkak Naik, Bulog Gelontorkan 58 Ton Beras
“Cadangan pangan di setiap kabupaten dan kota dikelola oleh Bulog, dan Kabupaten Batang memiliki cadangan beras di Bulog sebanyak 100 ton,” kata Wahyu dikutip dari batangkab.go.id.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Batang juga memiliki tiga lumbung pangan yang dikelola oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Lumbung pangan ini terletak di tiga lokasi berbeda, yaitu di Desa Sidorejo Kecamatan Gringsing, Desa Tersono Kecamatan Tersono, dan Desa Wonobodro Kecamatan Blado.
“Lumbung ini berfungsi sebagai cadangan pangan untuk mengatasi potensi kekurangan pangan. Ketiga lumbung pangan ini akan menyerap produksi padi dari wilayah sekitarnya,” jelas Wahyu.
Untuk mengatasi kenaikan harga beras, Pemerintah Kabupaten Batang berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat untuk melaksanakan program beras murah.
“Kami sedang berkoordinasi dengan pusat, dan program yang disampaikan oleh Presiden Jokowi baru-baru ini akan melibatkan operasi pasar. Namun, kami masih menunggu petunjuk teknisnya,” tambahnya.
Wahyu Budi Santoso juga mengumumkan bahwa dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten Batang akan mengalokasikan 25 paket beras untuk penanganan stunting. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi tantangan kenaikan harga beras akibat kemarau panjang yang sedang terjadi. (lna)

Leave a Reply