Transformasi Digital di SMPN 4 Bawang, Tak Lagi UTBK Di Sekolah Lain

SMPN 4 Bawang
SMPN 4 Bawang, yang terletak di desa terpencil Kecamatan Bawang, Jawa Tengah, telah melalui perjalanan unik dalam menyediakan pendidikan berkualitas. (batangkab.go.id)

JoSS, BATANG – Di tengah pemandangan pegunungan Dieng yang indah, tersembunyi sebuah sekolah yang memiliki cerita inspiratif. SMPN 4 Bawang, yang terletak di desa terpencil Kecamatan Bawang, Jawa Tengah, telah melalui perjalanan unik dalam menyediakan pendidikan berkualitas.

Dengan ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut, sekolah ini tidak hanya menghadapi keterbatasan fasilitas, tetapi juga jarak yang jauh dari pemukiman warga. Dengan jumlah siswa yang tidak lebih dari seratus, semangat mereka dalam mengejar ilmu sangat menginspirasi.

SMPN 4 Bawang menerapkan sistem asrama, dan perjalanan para siswa menuju sekolah melibatkan tantangan melewati beberapa bukit. Namun, semangat mereka tidak goyah. Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memutuskan untuk merubah realitas ini.

Dengan tekad yang kuat, mereka menjalankan program “Merdeka Sinyal”, yang berhasil membawa akses internet ke sekolah ini dengan bekerja sama dengan penyedia layanan internet.

Kisah sukses ini tidak datang dengan mudah. Pengaturan jaringan internet, terutama melalui kabel serat optik, melibatkan upaya keras, kesungguhan, dan perjuangan yang luar biasa. Setahun yang lalu, jaringan internet akhirnya berhasil terhubung dengan SMPN 4 Bawang.

Baca Juga: Pemerintah Kabupaten Batang Fokus Pencetakan KTP-el untuk Pemilih Pemula Pemilu 2024

Guru IPA sekolah, Didik Kurniawan, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Menurutnya, internet telah membawa transformasi besar dalam pendidikan, memungkinkan pembelajaran interaktif dan akses terhadap sumber informasi pendidikan dari platform seperti YouTube.

“SMPN 4 Bawang kini dapat menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara mandiri. Sebelumnya, mereka harus pergi ke sekolah di Kota Kecamatan Bawang untuk mengikuti ujian tersebut. Dengan akses internet yang stabil, sekolah ini mampu melakukan banyak hal yang sebelumnya sulit dicapai,” katanya dikutip dari batangkab.go.id.

Namun, tantangan tetap ada. Jaringan internet terkadang mengalami kendala, sementara anggaran sekolah terpencil ini tidak sebesar sekolah di perkotaan. Meskipun begitu, sekolah ini mampu menerima siswa dari berbagai latar belakang, termasuk dari luar daerah seperti Kabupaten Jepara.

Kepala Diskominfo Batang, Triossy Juniarto, merasa senang dengan pencapaian ini. Evaluasi terus menerus dilakukan untuk memastikan bahwa akses internet menjangkau semua wilayah, terutama di daerah perdesaan yang sulit dijangkau.

“Selain menjadi jembatan menuju informasi global, akses internet juga menjadi pendorong perkembangan ekonomi digital, masyarakat digital, pemerintahan digital, dan pendidikan di sekolah,” ujarnya.

Dalam upaya untuk memperluas cakupan, Diskominfo Batang sedang berfokus untuk menyediakan jaringan serat optik dan memperkuat sinyal seluler di delapan desa terpencil. Tahun 2024 diharapkan menjadi tonggak kesuksesan dalam membawa akses internet dan sinyal yang kuat ke daerah-daerah tersebut.

“SMPN 4 Bawang membuktikan bahwa semangat dan tekad dapat mengatasi tantangan, membuka pintu menuju pendidikan modern di tengah pegunungan yang menakjubkan,” tuturnya. (lna) 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*