
JoSS, BANYUMAS – Unit Pengabdian Masyarakat (UPM) Fakultas Peternakan telah lolos pendanaan kegiatan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa). Kegiatan PPK Ormawa merupakan suatu program yang bertujuan untuk meningkatkan soft skill dan hard skill Ormawa dengan memberdayakan masyarakat desa.
PPK Ormawa dinaungi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) dengan tema sanggar tani muda. UPM Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mengusung judul yaitu “Rumah Kompos “Kampung Tani Ternak”. Wujudkan Peternakan Kambing Berbasis Zero Waste untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan Desa Melung Kabupaten Banyumas”.
Tim UPM Fapet Unsoed diusulkan oleh 14 orang yang terdiri dari 11 orang Fakultas Peternakan, 2 orang Fakultas Pertanian, dan 1 orang Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan diketuai oleh Dyah Ayu Shintawati, dan anggotanya yaitu Jalalludin, Jefri Haryo Putra W., Hermenshah Putra D.AW.Z., Devin Bayu Rinaldi, Selviana, Farah Widya Gunawan, Yusuf Arva Nuur M., M. Dimas Pramudya, Kismo, Dwi Agustina, M. Faesal Fakih, Ivonne Restu Tria, Risma Aulia Rahma dan Dosen Pembimbing Dr. Ir. Agustinah Setyaningrum, MP. IPU.
Baca Juga: Ketua LPPM UNSOED Kunjungi Lokasi KKN Internasional di Malaysia
Dyah Ayu Shintawati selaku ketua tim mengatakan bahwa setiap rumah masyarakat Desa Melung memiliki 3-7 ekor ternak kambing. Satu bulannya dari seluruh populasi ternak kambing di Desa Melung menghasilkan 90.180 kg kotoran yang tidak diolah.
Tercatat 97% kotoran tidak dimanfaatkan secara optimal. Masyarakat belum menerapkan teknologi fermentasi kotoran kambing sehingga kotoran yang digunakan untuk pupuk adalah kotoran yang telah ditimbun dengan waktu tidak tertentu. Rumah Kompos “Kampung Tani Ternak” menjadi solusi atas permasalahan yang dialami di Desa Melung.
“Rumah kompos merupakan tempat fermentasi berupa bangunan beratap dengan lantai plester dan dikelilingi pagar. Selain tempat fermentasi akan dibuat lahan demplot untuk pertanian dan penanaman bibit rumput pakan ternak. Kotoran ternak yang telah melalui proses fermentasi akan dihaluskan selanjutnya akan dilakukan uji mutu laboratorium, pengemasan, hingga sampai pendaftaran merek kemudian dipasarkan pada ruko dan perusahaan penyerap pupuk,” urainya, Selasa (1/8/2023).
Dikutip dari unsoed.ac.id, hasil produk pertanian akan dialokasikan pada pasar dan supplier sayur. Kemudian untuk produk bibit rumput Pakchong akan dikembangkan secara meluas pada lahan masyarakat sebagai pemenuhan ketersediaan pakan berkualitas dan antisipasi kelangkaan pakan ternak pada musim kemarau.
Komoditas ternak di Desa Melung mengarah pada sistem breeding sehingga optimalisasi pemberian nutrisi pada ternak sangat diperlukan karena calon indukan dan ternak bunting membutuhkan asupan protein yang tinggi. Peningkatan produktivitas ternak kambing dapat dilakukan dengan pemberian pakan rumput berkualitas yaitu rumput Pakchong. Rumput Pakchong memiliki kandungan protein lebih tinggi dari jenis rumput lain yaitu sebesar 16,45%.
Menurutnya program-program yang dilaksanakan oleh Tim PPK Ormawa mulai dari Kamis, 22 Juni 2023 yang menjelaskan tentang penyampaian rencana kegiatan setelah lolos pendanaan PPK Ormawa 2023.
Tanggal 28 Juli 2023 dilaksanakan pembukaan yang dihadiri oleh Kepala Desa Khoerudin S.Sos dan perangkat desa, serta Dr. Ir. Agustinah Setyaningrum, MP. IPU selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni. Kegiatan lainnya berupa kelas dan pelatihan bidang pengolahan limbah dan pertanian organik pada tanggal 28-31 Juli 2023. (lna)

Leave a Reply