Tim Mahasiswa UNS Gelar Pelatihan Penguatan Kelembagaan Desa Wisata Banyuanyar untuk Sustainable Tourism

Pelatihan Desa Wisata Banyuanyar
Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi (PPKO) Kemahasiswaan Kelompok Studi Penelitian (KSP) Principium menggelar kegiatan pelatihan di Desa Wisata Banyuanyar, Boyolali. (foto: uns.ac.id)

JoSS, BOYOLALI – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi (PPKO) Kemahasiswaan Kelompok Studi Penelitian (KSP) Principium melaksanakan pelatihan di Desa Wisata Banyuanyar, belum lama ini.

Kegiatan ini mengusung tema “Mewujudkan Kelembagaan yang Kuat dan Sustainable Tourism melalui Pelatihan Manajemen Pengelolaan Wisata, Online Marketing, dan Legalitas Usaha.”

Dukungan dana untuk pelatihan ini diperoleh melalui hibah kompetisi PPKO dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktiristek) melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa). Para pelaksana pelatihan ini adalah mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS), terdiri dari Fakultas Hukum (FH) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, seperti BUMDes Kampus Kopi Banyuanyar, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampus Kopi, Kelompok UMKM, Tim Pengembang Desa Wisata, dan Komunitas Boyolali Jip Adventure.

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memperkuat kelembagaan desa, mengembangkan usaha produk komoditi unggulan, serta meningkatkan kompetensi dan kapasitas SDM UMKM dan Pokdarwis.

Baca Juga: WMA Bakal Diaktifkan Lagi, UNS Siapkan Jadwal Pemilihan Ulang Rektor

Dr. Muhammad Rustamaji, S.H., M.H., selaku dosen pembimbing tim PPKO KSP “Principium”, menjelaskan bahwa tujuan akhir dari program ini adalah meningkatkan kompetensi dan softskill tim PPKO KSP Principium di bidang pengabdian masyarakat.

“Harapannya, program ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat desa Banyuanyar. Dalam keberjalanan program tersebut, tidak hanya tim KSP Principium yang turut bergerak, tetapi juga dukungan dan kontribusi aktif dari perangkat desa, masyarakat, Pokdarwis dan UMKM,” terang Dr. Rustamaji, dikutip dari uns.ac.id.

Dr. Rustamaji juga menekankan pentingnya dukungan aktif dari perangkat desa, masyarakat, Pokdarwis, dan UMKM dalam kesuksesan program ini.

Pelatihan ini menghadirkan tiga pemaparan materi penting. Pertama, Nanang Wijayanto, S.S.T., M.M. Par, Dosen Program Studi D-3 Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Sekolah Vokasi UNS, membahas tentang manajemen pengelolaan wisata. Kedua, Hanif Alwan Mumtaz, S.H., Alumnus FH UNS Tahun 2018, membahas online marketing untuk UMKM. Ketiga, Aditya Tri Wijaya, S.H., Pendamping UMKM, mengupas legalitas usaha bagi UMKM.

Suyamto, Kepala Dusun Ngemplak mewakili Kepala Desa Banyuanyar, mengungkapkan antusiasme pihak desa terhadap kegiatan pelatihan ini. Dia berharap pelatihan ini akan membantu mewujudkan desa yang kuat dan sustainable tourism dalam era perkembangan teknologi.

Desa Wisata Banyuanyar telah ditetapkan sebagai desa wisata sejak tahun 2021, dengan potensi komoditi unggulan seperti olahan jahe, bunga telang, dan kopi. Namun, masih terdapat kendala dalam pengelolaan, pemasaran produk UMKM, dan legalitas usaha. Pelatihan ini diharapkan mampu mengatasi kendala tersebut dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui pariwisata berkelanjutan. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*