Korea Selatan Diguncang Teror Penikaman di Tempat Umum, Dua Pekan Terakhir 3 Kasus

Teror Penikaman Korea Selatan
Petugas penyelamat tdi lokasi, menurut laporan media, sembilan orang telah ditusuk dan empat lainnya terluka oleh sebuah mobil yang dikemudikan oleh tersangka penyerang di Seongnam, Korea Selatan, 3 Agustus 2023. (Yonhap via REUTERS)

JoSS, SEOUL – Gelombang teror penikaman baru-baru ini telah menciptakan kepanikan di seluruh negara, mengguncang citra Korea Selatan sebagai tempat yang aman. Dalam kurun waktu dua pekan terakhir, tiga insiden penikaman telah menghantui masyarakat, meningkatkan kekhawatiran dan kecemasan.

Insiden pertama terjadi pada 21 Juli, ketika seorang pria menikam empat pejalan kaki di dekat stasiun kereta bawah tanah di Seoul. Kejadian tragis ini menyebabkan satu kematian dan tiga luka-luka. Pelaku awalnya ditahan, tetapi meninggal dunia setelahnya.

Hanya beberapa hari kemudian, penikaman lain terjadi di kawasan Seongnam. Pelaku menabrakkan mobilnya ke trotoar yang penuh dengan pejalan kaki sebelum melancarkan serangan dengan pisau di dalam mal. Kejadian ini melukai 14 orang, dan pelaku berhasil ditangkap.

Tak berhenti di situ, hari berikutnya melaporkan insiden penikaman lainnya di Kota Daejeon, ketika seorang guru di Sekolah Menengah Atas Sungchon ditikam oleh seorang pria. Warga semakin resah karena ancaman pembunuhan di media sosial semakin marak, merambah ke dunia maya.

Baca Juga: 400 Peserta Jambore Pramuka Dunia Dirawat Akibat Gelombang Panas Yang Melanda Korsel  

Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, merespon dengan tegas atas serangkaian insiden ini. Dia menggambarkan tindakan ini sebagai bentuk terorisme dan memerintahkan kepolisian untuk bertindak cepat dan mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi kepanikan di kalangan masyarakat.

Ahli-ahli keamanan juga memberikan peringatan tentang potensi serangan serupa di masa depan. Profesor ilmu kepolisian dari Universitas Kyungnam, Kim Do Woo, menegaskan perlunya aparat kepolisian untuk mengidentifikasi pola serangan ini secara cepat dan proaktif mencegahnya.

Polisi sendiri telah mengidentifikasi lebih dari 54 ancaman pembunuhan yang diunggah di media sosial, beberapa di antaranya dilakukan oleh remaja. Upaya untuk melacak dan mengidentifikasi para penebar teror sedang dilakukan oleh kepolisian, dengan tujuan untuk menghadapi mereka sesuai dengan hukum yang berlaku. Masyarakat diberikan jaminan bahwa langkah-langkah konkret telah diambil untuk menjamin keamanan dan ketertiban di negara ini.

Di tengah kepanikan warga ini, Presiden Yoon Suk Yeol akhirnya buka suara. Yoon menganggap rentetan insiden ini sebagai tindakan terorisme terhadap warga yang tak bersalah.
Ia lantas memerintahkan kepolisian untuk mengerahkan semua sumber daya untuk meredam kekhawatiran warga.

Sejumlah ahli pun memperingatkan agar Korsel waspada akan kemungkinan serangan serupa terjadi di kemudian hari. Profesor ilmu kepolisian di Universitas Kyungnam, Kim Do Woo, mengatakan aparat harus cepat mendeteksi pola penikaman ini.

“Para pelaku yang tak punya motif jelas bukan berarti tak ada cara untuk mencegah kejahatan semacam ini,” ucapnya, seperti dilansir Reuters.

Kim kemudian menarik contoh, polisi dapat memantau ketat dan secara proaktif melakukan pencegahan ketika mendeteksi laporan perilaku mencurigakan di tempat-tempat ramai, mengingat kejadian belakangan ini terjadi di dekat stasiun. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*