Hindari Dehidrasi saat Cuaca Ekstrem, Begini Tips Minum Air Putih  yang Tepat

Dehidrasi Air Putih
Ilustrasi (Pexels/Karolina-Grabowska)

CUACA panas kembali melanda Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Kementerian Kesehatan mengingatkan pentingnya mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup untuk mencegah dehidrasi. “Jangan menunggu sampai merasa haus,” pesan Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dokter Mohammad Syahril.

Dalam situasi seperti ini, dokter spesialis gizi klinik dan konsultan, Diana Sunardi, menyarankan agar setidaknya seseorang harus minum minimal dua liter air. “Setidaknya sekitar 2 liter per hari adalah takaran minimal yang harus terpenuhi. Namun, jika tubuh kita banyak mengeluarkan keringat, kebutuhan cairan mungkin perlu lebih,” kata Diana, beberapa waktu lalu dikutip Health-Liputan6.com.

Parvinder Sagoo, pakar farmasi dan penasihat kesehatan, menjelaskan bahwa saat cuaca panas, tubuh cenderung kehilangan cairan melalui keringat. Oleh karena itu, sangat penting untuk meningkatkan asupan air minum saat cuaca sedang panas.

Baca Juga: Geger Kasus Perundungan Terhadap PPDS di Rumah Sakit, Kemenkes Ancam Cabut Izin Praktik

“Ketika cuaca panas, risiko dehidrasi meningkat. Minum air putih di saat cuaca panas dan lembap dapat membantu mengatasi dehidrasi dan menurunkan suhu tubuh,” ungkap Parvinder Sagoo, mengutip dari Independent pada Rabu (14/6/2023).

Dalam hal suhu air minum, Diana menyarankan untuk memilih air yang bersuhu sejuk. Air dengan suhu sejuk dapat memberikan sensasi penyegaran yang lebih cepat pada tubuh. Namun, ia juga mengingatkan agar kita tidak minum air es yang terlalu dingin, untuk menghindari potensi kram perut.

Diana menjelaskan bahwa merasa haus adalah tanda bahwa tubuh sudah kekurangan cairan. Namun, terdapat juga tanda-tanda lain yang menunjukkan adanya dehidrasi dalam tubuh. “Awalnya, Anda mungkin akan merasakan kesulitan berkonsentrasi, pusing, dan sering buang air kecil dengan urine yang lebih pekat,” kata Diana, yang juga merupakan staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Selain itu, berikut adalah beberapa ciri-ciri tubuh yang mengalami dehidrasi:

– Rasa kelelahan

– Mulut, bibir, dan mata kering

– Frekuensi buang air kecil berkurang, bahkan kurang dari 4 kali dalam sehari.

Jika dehidrasi tidak diatasi dengan baik, dapat berdampak pada penurunan daya ingat dan konsentrasi. Bahkan, dampak jangka panjangnya bisa menyebabkan masalah ginjal kronis. Oleh karena itu, pastikan untuk tetap menjaga asupan cairan dengan baik, terutama saat cuaca ekstrem.  (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*