JoSS, BULGARIA – Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengunjungi pabrik Rendang Bella Food di Plovdiv, Bulgaria. Pabrik Rendang Bella Food di Bulgaria ini adalah hasil kolaborasi antara Bella Food dan Rumah Makan Padang Payakumbuh milik Arief Muhammad.
Rencananya, pabrik ini akan memproduksi 30 ton rendang per bulan yang akan didistribusikan ke seluruh Eropa. Lebih menariknya, rendang tersebut telah tersertifikasi halal dari Turki.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program Indonesia Spice Up the World yang digagas oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Dalam kunjungannya, Sandiaga melihat langsung seluruh proses pembuatan rendang yang menggunakan mesin-mesin canggih.
“Di sini saya melihat seluruh proses pembuatan rendang menggunakan mesin-mesin canggih, rencananya mereka produksi 30 ton rendang per bulan yang akan didistribusikan ke seluruh Eropa. Rendang dengan resep asli Sumatra Barat ini sudah tersertifikasi halal dari Turki,” ujar Sandiaga melalui unggahan di akun Instagram pribadinya (@sandiuno), beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Kuliner Istimewa Pemalang Dari Nasi Grombyang, Sate Loso, Hingga Kepiting Lemburi
Sandiaga Uno berharap upaya kolaborasi ini dapat terus ditingkatkan. Selain memperkenalkan kelezatan Rendang ke penjuru dunia, hal ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif pada pemulihan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru di kedua negara.
Setelah tinjauan pabrik, Sandiaga meminta Arief untuk menyesuaikan tingkat kepedasan rendang yang diproduksi agar sesuai dengan selera masyarakat Eropa. Hal ini bertujuan untuk mencapai target pembukaan empat ribu restoran di luar negeri dalam rangka mengembangkan program Indonesia Spice Up the World.
“Tadi kita sudah bertemu dari timnya dan sudah lihat prosesnya di Bella Food. Kita sudah coba, masih terlalu pedas. Jadi nanti rencananya mau diubah ke bawah karena saya saja berkeringat tadi makannya, tapi itu enak banget,” ujar Sandiaga kepada Arief melalui sambungan telepon.
“Mohon dibantu, kita mau maksimal kembangkan Indonesia Spice Up the World. Targetnya empat ribu restoran dengan kita perlu bantuan dari teman-teman mitra untuk kembangkan rantai pasoknya,” lanjut Sandiaga.
Mengutip dari laman resmi Kemenparekraf, Indonesia Spice Up The World adalah salah satu program pemerintah yang melibatkan lintas kementerian atau lembaga sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pemasaran produk bumbu atau pangan olahan dan rempah Indonesia, terutama di Afrika, Australia, dan negara potensial lainnya.
Selain mendorong pertumbuhan kuliner dan restoran Indonesia di luar negeri, program ini bertujuan untuk menarik wisatawan yang berkunjung ke Indonesia guna mencicipi langsung berbagai kuliner dengan berbagai rempah khas. (lna)

Leave a Reply