Kementan Salurkan Pupuk Organik Cair Gratis untuk 282 kelompok Petani di Batang

Pupuk Organik Gratis
Kementerian Pertanian salurkan pupuk organik cair gratis untuk 282 kelompok petani di Batang. (foto: batangkab.go.id)

JoSS, BATANG – Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang telah menyalurkan pupuk organik subsidi gratis kepada 282 kelompok tani di 15 Kecamatan di seluruh Kabupaten Batang. Setiap kelompok tani menerima 4 botol pupuk organik cair untuk setiap hektar lahan mereka.

Kepala Dispaperta Batang, Heru Yuwono, menyatakan bahwa pendistribusian pupuk organik bersubsidi ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada pemakaian pupuk kimia. Jenis pupuk yang dibagikan adalah pupuk organik cair khusus untuk tanaman padi dengan total bantuan mencapai 40.140 liter atau sekitar 40 ton, dengan merek Bio Konversi. Bantuan ini diberikan untuk 10.045 hektar sawah di Kabupaten Batang.

Proses pendistribusian dilakukan melalui 15 Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di setiap kecamatan masing-masing, dan jumlah bantuan disesuaikan dengan kebutuhan lahan para petani.

Baca Juga: Mentan Instruksikan Penanaman 1.000 Hektar Tanaman Padi di Setiap Daerah untuk Memperkuat Lumbung Pangan

Dikutip dari laman resmi Pemkab Batang, Bantuan pupuk organik ini sangat dibutuhkan oleh petani, terutama bagi yang selama ini sering menggunakan pupuk kimia.

Petani di Desa Klidang Wetan, seperti Supanto dari Gapoktan Dewi Sri, menyatakan bahwa adanya pupuk organik membantu mengurangi pemakaian pupuk kimia, karena mereka ingin beralih sepenuhnya menggunakan pupuk organik yang menghasilkan hasil yang lebih baik.

Pupuk organik cair dari Bio Konversi diproduksi secara organik tanpa campuran bahan kimia dan berfungsi untuk menyediakan hara tanah dan menstimulasi tersedianya hara bagi tanaman. Pupuk organik ini telah memiliki sertifikasi Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (LeSOS) dan Sertifikat Control dari Belanda.

Konsultan Pertanian PT. Bio Konversi Indonesia Zaenal Acheroh menambahkan, bahwa pupuk organik cair sudah masuk di Kabupaten Batang sejak tahun 2021 dengan melakukan beberapa komoditas untuk di demplot yang hasilnya memuaskan.

“Pada tahun 2022 demplot ke buah melon hasil kualitas buah menggunakan pupuk organik sangat bagus dan baik. Pupuk organik sendiri adalah Pupuk Cair berbahan aktif organisme hidup yang berfungsi untuk menyediakan hara tanah, dan menstimulasi tersedianya hara dalam tanah bagi tanaman,” ujar dia.

Biokonversi diproduksi secara organik tanpa proses maupun campuran bahan kimia, dan menghasilkan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanah dan tanaman secara natural.

Pupuk organik ini, lanjut dia, bekerja dengan cara menjaga kehidupan bakteri positif dalam tanah, menangkap unsur nitrogen bebas di udara, mengurai fosfat dan merubah menjadi bentuk yang siap diserap oleh akar tanaman.

“Pupuk ini memiliki sertifikat Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (LeSOS) No : 305-LSO-005-IDN-05-19 dengan dinyatakan secara konsisten telah memenuhi persyaratan SNI 6729:2016 pada Mei 2019, dan memiliki Sertifikat Control dari Belanda dengan Sertifikat No : C858084INP-01.2019 Registrasi No : CU 858084,” tandasnya.

Di Kabupaten Batang pupuk organik sudah mencakup 15 Kecamatan dengan berbagai komoditas yang ada seperti Jagung, Kopi, Padi, Melon, Kakao dan Bawang.

Ia berharap, dengan pemberian pupuk organik cair kepada para petani padi di Kabupaten Batang diharapkan dapat menambah hasil panen setelah penggunaan pupuk subsidi ini, dan mengurangi penggunaan pupuk kimia oleh petani.

“Selain itu pupuk organik cair yang diberikan secara gratis ini juga dapat meningkatkan kualitas padi dan bobotnya, serta membantu para petani sebagai alternatif pupuk mereka, karena dari harga terjangkau dan kualitas hasilnya bagus,” ujar dia. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*