JoSS, LOS ANGELES – Nama Putri Ariani jadi trending topic di Twitter, pada Rabu (7/6/2023). Putri Ariani, penyanyi difabel asal Jogja, mendapat kesempatan emas untuk tampil di ajang America’s Got Talent 2023. Tak Hanya itu, Simon Cowell sampai menekan tombol Golden Buzzer.
Di ajang tersebut, Putri Ariani membawakan lagu ciptaannya sendiri. Sementara pada lagu kedua, Putri Ariani tetap mampu memukau para juri dengan suara merdunya, membawakan lagu Elton John berjudul Sorry Seems to Be the Hardest Word. Usai menyanyi, Putri Ariani mendapat apresiasi luar biasa dari para juri, tak terkecuali Simon Cowell.
Simon Cowel mengaku sangat menyukai suara merdu Putri Ariani. “Kita semua merasakan hal yang sama. Kamu masih berusia 17 tahun, kamu menulis lagu, kamu memiliki suara yang luar biasa dan khas, dan maksud saya sangat, sangat bagus,” papar Simon Cowell, dikutip dari kanal YouTube America’s Got Talent, Rabu (7/6/2023).
“Kamu adalah salah satu penyanyi terbaik yang pernah kami tampilkan di acara kami,” tambah Simon saat naik ke atas panggung. Dengan mendapat tombol Golden Buzzer, Putri Ariani sudah otomatis mendapatkan satu posisi di babak semifinal America’s Got Talent 2023. Ini berarti Putri Ariani tidak harus melewati babak bootcamp kompetisi lagi. Selamat Putri Ariani!
Sampai-sampai juri AGT yang dikenal sangat sulit dipuaskan oleh penampilan seorang penyanyi di panggung audisi itu turun dari podiumnya dan naik ke panggung untuk bicara langsung dengan Putri Ariani.
Baca Juga :Pegawai Disabilitas Alfamart Viral di Media Sosial, Terinspirasi oleh Semangat dan Senyumannya
Putri Ariani pertama kali naik panggung America’s Got Talent membawakan lagu berjudul Loneliness. Itu merupakan lagu yang dia tulis sendiri dan dibawakan perdana di ajang pencarian bakat tersebut. Setelah penampilan yang menuai standing ovation itu selesai, Simon Cowell naik panggung dan memintanya untuk membawakan lagu kedua.
Putri Ariani lanjut membawakan lagu Sorry Seems To Be The Hardest Words milik Elton John. Penyanyi Indonesia itu tetap duduk di depan pianonya, memainkan tuts-tuts piano dengan lihai menyanyikan lagu rilisan tahun 1976 yang diambil dari album Blue Moves tersebut.
Sepanjang penampilan Sorry Seems To Be The Hardest Words tersebut, Simon Cowell tercengang. Tidak hanya dia saja, semua penonton pun terlihat sangat menikmati penampilan tersebut. Sesekali berteriak dan bertepuk tangan ketika Putri Ariani berhasil melantunkan sebuah nada yang terdengar nyaman di telinga.
Setelah penampilan itu selesai, Simon Cowell kembali naik panggung tapi tidak sebelum dia menekan Golden Buzzer. Seiring dengan confetti emas yang jatuh dari langit-langit panggung, Putri Ariani tampak bahagia. Kedua orang tuanya berhambur memeluknya termasuk Simon Cowell. Di situlah sang juri memberikan pujiannya buat perempuan 17 tahun itu.
“Kamu adalah salah satu penyanyi terbaik yang pernah ikut di acara ini,” puji Simon Cowell.
Di panggung AGT-nya, Putri Ariani menyebut dirinya ingin menyelesaikan SMA dan sekolah di Juilliard. Simon Cowell menyinggung soal Juilliard sebelum menekan Golden Buzzer. “Aku tidak tahu apakah ini bisa membantu, tapi… (lalu menekan Golden Buzzer).”
Putri Ariani bermimpi untuk dapat Grammy. Mimpi itu diamini oleh Heidi Klum, salah satu juri AGT juga yang menuliskan harapannya lewat Twitter-nya bahwa dia bisa melihat Putri memegang piala Grammy di masa depan.
Sementara itu, dikutip detik.com, Kepala SMKN 2 Kasihan, Agus Suranto mengakui Putri adalah siswa kelas XI yang sebentar lagi naik kelas. anak tersebut sangat spesial. Dia sangat bangga dengan berbagai prestasi yang diraih anak didiknya tersebut.
“Tak terkatakan. Sesungguhnya pintar saja belum cukup di zaman sekarang,” ujar dia. Menurut Agus, ada faktor lain di dalam diri Putri. Bocah ini mampu membaca situasi, membaca zonanya seperti apa saat ini.
Sehingga dia mampu beradaptasi dengan menghasilkan karya terbaik sesuai dengan situasi saat ini. Agus mengatakan dari sisi akademik, Putri Ariani cukup bagus dan tidak mengalami kendala dalam belajar bahkan sangat lancar. Dia imbang antara keterampilan kompetensi dengan teori di sekolah. “Bahkan dua-duanya bisa jalan seiring,” ujarnya.(lna)

Leave a Reply