China dan Pakistan Teken Perjanjian Pembangunan Pembangkit Listrik Nuklir (PLTN) Senilai Rp72 Triliun

PLTN China Pakistan
China dan Pakistan menandatangani kesepakatan pembangkit listrik tenaga nuklir senilai USD 4,8 miliar (Photo: VileGecko (Wikimedia Commons))

JoSS, PAKISTAN – China dan Pakistan telah mencapai kesepakatan pada Selasa untuk membangun sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Pakistan. Perjanjian senilai US$4,8 miliar atau sekitar Rp72 triliun tersebut ditandatangani oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif.

Proyek yang diberi nama Chashma 5 ini akan memiliki kapasitas sebesar 1.200 megawatt dan akan dimulai segera setelah penandatanganan nota kesepahaman antara Komisi Energi Atom Pakistan dan Kerja Sama Nuklir Nasional China.

Perdana Menteri Sharif mengungkapkan bahwa investasi besar-besaran China ini menunjukkan kepercayaan dan keyakinan perusahaan dan investor China terhadap Pakistan.

“Investasi China senilai 4,8 miliar dolar ini mengirim pesan yang lantang dan jelas bahwa Pakistan adalah tempat di mana perusahaan dan investor China terus menunjukkan kepercayaan dan keyakinan mereka,” kata Sharif.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari Reuters, Sharif mengatakan bahwa investasi ini memberikan pesan yang jelas bahwa Pakistan adalah tempat yang menarik bagi China.

Baca Juga: PPIH Arab Saudi Imbau Jamaah Haji Jaga Kesehatan di Tengah Suhu Ekstrim 45 Derajat Celsius

Proyek PLTN Chashma 5 akan dibangun di Provinsi Punjab, Pakistan tengah, dan akan membantu negara tersebut mengurangi ketergantungannya pada bahan bakar fosil. Dukungan China dalam pembangunan pembangkit listrik nuklir ini juga akan meningkatkan total kapasitas produksi energi nuklir Pakistan menjadi 1.400 megawatt, ketika PLTN keenam di negara itu dibuka dua tahun lalu. Berada di kota pelabuhan Karachi, PLTN berkapasitas 1.100 megawatt itu juga dibangun dengan bantuan dari China.

Pemerintahan Sharif mengucapkan terima kasih kepada China karena telah menawarkan potongan harga sebesar US$100 juta atau sekitar Rp1,5 triliun untuk proyek ini. Meskipun masih belum jelas apakah investasi tersebut termasuk dalam janji investasi sebesar US$65 miliar atau sekitar Rp975 triliun yang dijanjikan China untuk pembangunan infrastruktur di Pakistan melalui Inisiatif Sabuk dan Jalan.

Proyek pembangunan PLTN ini telah mengalami penundaan selama beberapa tahun, namun China tetap memberikan dukungan finansial sebesar 30 miliar rupee Pakistan atau sekitar Rp1,5 triliun untuk memulai proyek tersebut. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*