PPIH Arab Saudi Imbau Jamaah Haji Jaga Kesehatan di Tengah Suhu Ekstrim 45 Derajat Celsius

Haji ppih Arab saudi
Ilustrasi Suasana Mekkah (Zurijeta)

JoSS, MEKKAH – Menjelang puncak ibadah haji tahun 1444 H / 2023 M, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Mekkah mengeluarkan imbauan kepada para jamaah untuk menjaga kesehatan mereka.

Dalam beberapa hari terakhir, suhu di Mekkah mencapai 45 derajat Celsius, sehingga penting bagi para jamaah untuk mengambil langkah-langkah yang tepat.

Kepala Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah, Khalilurrahman mengatakan, Pemerintah Saudi telah memutuskan bahwa pelaksanaan wukuf di Arafah 9 Zulhijah 1444 H bertepatan pada Selasa, 27 Juni 2023.

“Berdasarkan sidang isbat, Arab Saudi memutuskan bahwa tanggal 9 Zulhijah, wukuf di Arofah itu bertepatan dengan tanggal 27 Juni 2023. Informasinya sudah dipublish hari ini,” ujarnya kepada tim Media Center Haji (MCH) PPIH Arab Saudi, Minggu malam (18/6/2023).

Khalilurrahman, mengingatkan para jamaah akan kondisi cuaca yang panas. Ia menyarankan agar para jamaah mengonsumsi minuman yang cukup, makanan bergizi, dan istirahat yang cukup.

Baca Juga:  Mekkah Semakin Padat Jelang Puncak Haji, Layanan Katering Jemaah Haji Disetop 3 Hari

Khalilurrahman juga mengimbau para jamaah untuk tidak banyak beraktivitas di luar ruangan terutama menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

“Mengingat puncak haji tahun ini musim kemarau di mana cuaca di Arafah kemudian di Makkah itu mencapai 45 derajat Celsius, maka imbauannya yang terpenting pertama adalah jemaah wajib konsumsi minuman yang cukup, makanan bergizi yang cukup, dan beristirahat,” katanya.

Selama pelaksanaan masyair di Mina, para jamaah juga diminta fokus beribadah di dalam tenda-tenda yang telah disediakan. Hal ini bertujuan untuk menjaga energi dan kesehatan jasmani mereka. Khalilurrahman menegaskan bahwa tujuan utama kedatangan jamaah ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina adalah untuk melaksanakan ibadah, sehingga aktivitas di luar tenda sebaiknya dihindari.

Jemaah juga diimbau tidak memaksakan diri menjalankan ibadah-ibadah sunnah di Masjidil Haram yang kondisinya sudah semakin sesak.

“Jangan banyak keluar, ketika nanti pada H-5 atau H-3 diharapkan Jemaah haji benar-benar istirahat total dari aktivitas fisik yang berlebihan yang nanti bisa menghambat kondisi (kesehatan dan fisik) jemaah haji,” tutur Kholilurrahman.

Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji 1444 H / 2023 M yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag), seluruh jemaah Indonesia akan diberangkatkan secara bertahap dari Makkah ke Arafah pada 8 Zulhijah atau Senin, 26 Juni 2023.

Seluruh jemaah kemudian akan melaksanakan wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah atau bertepatan dengan hari Selasa, 27 Juni 2023. Sementara Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah di Arab Saudi akan jatuh pada hari Rabu, 28 Juni 2023.

PPIH Arab Saudi telah meninjau kesiapan pos kesehatan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina untuk memastikan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi jamaah selama puncak haji. Tim kesehatan PPIH Arab Saudi memastikan infrastruktur yang disediakan siap menghadapi kebutuhan jamaah.

Sementara itu, Arab Saudi telah menyambut lebih dari 1,3 juta jamaah selama musim haji tahun ini melalui pelabuhan, bandara internasional, dan terminal Kerajaan. Jumlah tersebut terdiri dari jamaah yang tiba melalui udara, darat, dan pelabuhan laut.

Arab Saudi telah mempersiapkan rencana operasional haji terbesarnya dengan melibatkan ribuan anggota staf dan sukarelawan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan ibadah haji tahun ini.

Dengan perhatian dan persiapan yang matang, diharapkan pelaksanaan ibadah haji tahun ini dapat berjalan dengan aman dan sukses bagi seluruh jamaah. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*