101.097 Jemaah Calon Haji Indonesia Sudah Tiba di Tanah Suci, 26 Jemaah Meninggal Dunia

Jemaah Haji Indonesia Tiba di Tanah Suci
Ilustrasi, Jemaah Haji Indonesia Tiba di Tanah Suci (Dokumentasi Kemenag RI)

JoSS, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) RI mengumumkan operasional haji Indonesia tahun 2023 telah memasuki hari ke-16 pada Kamis (8/6/2023). Sebanyak 101.097 jemaah haji atau sekitar 45,7 persen dari total kuota 221.000 jemaah haji Indonesia telah tiba di Tanah Suci.

Data terbaru yang diumumkan melalui website resmi Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama (Kemenag) menunjukkan bahwa

Jumlah tersebut terbagi dalam 266 kelompok terbang (Kloter). Dari total tersebut, sebanyak 263 kloter dengan 100.001 jemaah haji gelombang satu telah mendarat melalui Bandara Internasional Amir Mohammad bin Abdul Aziz (AMAA) di Madinah. Sementara itu, 3 kloter dengan 1.096 jemaah tiba di Bandara King Abdulaziz International Airport (KAIA) di Jeddah.

Namun, dalam perjalanan haji kali ini, terdapat kabar yang menyedihkan. Dari total 101.097 jemaah haji Indonesia  yang telah tiba di Tanah Suci, sebanyak 26 orang dilaporkan meninggal dunia. Data tersebut berdasarkan update terbaru yang disampaikan oleh Kemenag pada Kamis, pukul 13.00 WAS.

Fase kedatangan jemaah haji gelombang satu melalui Bandara Madinah telah ditutup pada Kamis dini hari dengan total 263 kloter yang mendarat di kota Nabi. Sedangkan fase kedatangan jemaah haji gelombang dua baru dimulai pada Subuh hari ini melalui Bandara Jeddah.

Baca Juga: Suhu di Madinah Capai 40 Derajat Celsius, Jemaah Haji RI Rentan Terkena Heatstroke

Kepala Kantor Urusan Haji (KUH) Arab Saudi, Nasrullah Jasam menyampaikan bahwa fase kedatangan jemaah haji gelombang satu menjadi bahan evaluasi. Salah satu hal yang dievaluasi adalah perubahan jadwal penerbangan yang dilakukan oleh maskapai Saudia Airlines dan Garuda Indonesia.

Di sisi lain, Kementerian Agama (Kemenag) juga melaporkan bahwa sebanyak 26 jemaah haji meninggal dunia selama operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag, Akhmad Fauzin, menjelaskan bahwa 21 jemaah meninggal dunia saat masih berada di Madinah, sementara 5 jemaah lainnya meninggal setelah tiba di tanah suci Mekkah.

Dalam konferensi pers daring, Akhmad Fauzin juga mengimbau para jemaah haji untuk menjaga kesehatan, terutama bagi mereka yang termasuk dalam kategori lansia. Ia menyarankan agar para jemaah menghindari aktivitas yang menguras tenaga, seperti menjalankan umrah sunnah berulang kali. Selain itu, penggunaan alas kaki di luar hotel dan masjid, serta perlindungan dari sinar matahari juga diharapkan dapat meminimalisir risiko kesehatan.

Dengan adanya peningkatan jumlah jemaah haji yang meninggal dunia selama pelaksanaan haji tahun ini, Kemenag terus mengimbau agar semua jemaah tetap menjaga kesehatan dan keselamatan mereka. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*