JoSS, BATANG – Ratusan Calon Jamaah Haji (Calhaj) Batang mendapat vaksinasi Meningitis, sebagai langkah antisipasi dan menjaga imunitas agar tetap prima selama menjalankan prosesi ibadah di Tanah Suci. Sebelumnya mereka telah mengikuti serangkaian pemeriksaan darah di laboratorium kesehatan
Kasi Surveilans Imunisasi Dinas Kesehatan Batang Ahmad Zainudin mengatakan Vaksinasi Meningitis perlu diberikan karena Calhaj dari Indonesia akan beribadah bersama lebih dari 2 juta jamaah dari seluruh dunia, sehingga jika tubuh tidak dibentengi dengan vaksin, dikhawatirkan mudah terpapar virus Meningitis.
Zainudin menambahkan, Negara Arab Saudi merupakan daerah endemi Meningitis, terlebih saat pelaksanaan ibadah haji akan ada jutaan orang yang datang dalam satu waktu, dikhawatirkan mereka membawa virus penyakit.
“Semoga saja Calhaj Indonesia selama menjalankan ibadah di Tanah Suci tetap sehat, demikian pula ketika kembali ke Tanah Air,” katanya, saat ditemui, di Gedung PSC 119, Dinkes Batang, Kabupaten Batang, Senin (8/5/2023).
Dilansir dari batangkab.go.id, selain Meningitis, pihak Dinkes juga menyarankan agar Calhaj juga divaksinasi Influenza berbayar secara resmi, sebesar Rp150 ribu untuk tiap Calhaj.
“Ada jenis-jenis Influenza yang jika sampai menyerang tubuh, dampaknya bisa sampai mengakibatkan demam, badan nyeri hingga tidak bisa menjalankan rangkaian ibadah haji,” jelasnya.
Meskipun, bentuknya hanya saran, namun akan lebih baik jika Calhaj mendapatkan vaksin tersebut, karena andaikata terpapar gejala atau efek yang dirasakan tidak terlalu parah.
“Jumlah keseluruhan yang divaksinasi sebanyak 715 Calhaj, khusus di PSC 119 terdapat 170 Calhaj yang divaksinasi. Selanjutnya secara berkelanjutan dilaksanakan di Kecamatan Limpung, Kecamatan Subah dan Puskesmas Bandar 1,” ujar dia.
Sebelumnya, para jamaah ini telah menjalani pemeriksaan laboratorium di ruang Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinkes Kabupaten Batang, Sabtu (6/5/2023). Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kesehatan, sebelum keberangkatannya ke Tanah Suci akhir Mei mendatang.
Sejumlah prosedur pemeriksaan dilakukan para calon jamaah haji, seperti hematology (pengecekan darah), kimia klinik atau pengecekan kadar gula darah hingga kolesterol.
Koordinator Laboratorium Medis, Dinkes Batang, Arif Agung mengatakan, sebelum pemeriksaan laboratorium calon jamaah haji diminta menjalani puasa selama 6 jam. Selanjutnya calon jamaah haji diambil urinnya.
“Itu untuk menskrining kesehatan, sehingga diketahui layak atau tidak seorang calon jamaah haji berangkat ke Tanah Suci,” terangnya saat melakukan pengecekan darah, di ruang Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinkes Kabupaten Batang, Sabtu (6/5/2023).
Ia menerangkan, setelah pengecekan darah, bagi jamaah yang diketahui mengidap suatu penyakit, dapat segera mendapatkan pengobatan atau penanganan lebih lanjut.
“Boleh tidaknya seorang CJH berangkat, ditentukan oleh petugas haji. Sedangkan pihak Labkesda hanya melaporkan hasil pemeriksaan,” ujar dia. (lna)

Leave a Reply