BERLIBUR di Jogja tidak lengkap rasanya jika belum berkunjung ke kawasan wisata Malioboro dan merasakan sensasi berkeliling menggunakan transportasi tradisional delman.
Alat transportasi yang memanfaatkan tenaga kuda oleh masyarakat Yogyakarta ini biasa disebut andong dan menjadi salah satu wahana tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke sana.
Biasanya ada satu atau dua kuda yang menarik kereta dengan satu orang yang mengendalikan jalannya kuda. Pada zaman dahulu, andong menjadi kendaraan raja atau pejabat penting kerajaan.
Tetapi, saat ini penggunaannya hanya sebatas untuk sarana transportasi di tempat wisata.
Berbicara masalah tarif, Anda tidak perlu khawatir karena tarif sewa delman di wilayah Malioboro masih sangat terjangkau.
Dilansir dari laman resmi Malioboro, untuk sekali berangkat, pengguna dikenakan tarif Rp 150 ribu. Pengunjung akan diajak berkeliling dari Malioboro menuju kompleks Keraton Yogyakarta.
Sedangkan untuk rute Malioboro sampai Alun-alun Keraton juga dipatok Rp150 ribu sampai Rp 200 ribu jika di akhir pekan.
Di momen libur Lebaran kali ini, Jogja diserbu wisatawan. Persewaan andong pun laris manis, setelah beberapa tahun lalu sepi akibat pandemi Covid-19.
Sejak Minggu (23/4/2023) sore Malioboro Jogja mulai dipadati wisatawan. Kedapatan tersebut pun berdampak pada meningkatnya permintaan wisatawan untuk diantar keliling Malioboro Jogja menggunakan andong hingga dua kali lipat.
Salah satu kusir andong, Taufik Setiawan menyampaikan mulai mengalami kenaikan penumpang dalam tiga hari belakangan.
“Ramai sejak hari Minggu, ya kira-kira kalau biasanya narik sekali hingga dua kali, ini bisa sampai lima kali. Dibandingkan kemarin kenaikannya signifikan, kebanyakan wisatawan luar daerah,” katanya.
Meski dia kebanjiran penumpang, Taufik mengaku tetap menetapkan tarif seperti biasanya. “Tarifnya sama Rp150.000 dari Malioboro hingga Titik 0 Kilometer, lalu kembali lagi kesini,” katanya.
Kusir andong lainnya, Joko juga mengalami kenaikan penumpang. “Dibandingkan tahun kemarin signifikan, tahun lalu agak sepi karena pandemi, ini lebih ramai,” katanya. Dia pun menyampaikan mayoritas penumpangnya berasal dari luar DIY, antara lain dari Jabodetabek, Surabaya, dan Bandung.
Dalam sehari dia dapat menarik hingga lima kali dengan mematok harga Rp150.000 pulang pergi mengelilingi Malioboro sisi utara melalui Kantor Gubernur DIY, sedangkan untuk keliling seluruh kawasan Malioboro Jogja dia mematok harga Rp200.000. (lna)

Leave a Reply