Fenomena Alam Langka Kembali Terjadi di Arab Saudi, Padang Gurun Menjadi Kebun Lavender

Kebun Lavender arab saudi
Ilustrasi Kebun Lavender (Kinpouge05/getty images)

JoSS, ARAB SAUDI – Fenomena alam aneh kembali muncul di Arab Saudi, ketika padang gurun menjadi kebun lavender yang lebat. Fenomena tak biasa itu muncul karena dipicu oleh hujan musim dingin yang lebih lebat dari biasanya telah menyelimuti pasir Arab Saudi bagian utara.

Hujan musim dingin membawa banjir yang mematikan ke bagian barat Arab Saudi akhir tahun lalu, tetapi di wilayah utara membawa kehidupan ke padang pasir.

Penampakan itu, menarik para wisatawan dari seluruh Jazirah Arab. Salah satunya, Nasser al-Karaani yang sengaja melakukan perjalanan 770 kilometer (480 mil) dari ibu kota Riyadh untuk melihat bunga berwarna-warni sebelum layu.

“Pemandangan ini berlangsung dari 15 hingga 20 hari dalam setahun, dan kami datang ke sini khusus untuk menikmatinya,” kata pengusaha Saudi berusia 55 tahun itu dilansir dari Alarabiya.

Dia menurunkan tenda dari kendaraan roda empatnya dan mendirikan pangkalan dengan sekelompok teman sebelum berkumpul di sekitar api unggun untuk minum teh panas. Banyak pengunjung yang sengaja memasang tenda dan menyalakan api unggun di dekat kebun yang mirip karpet berwarna ungu itu.

Pengunjung juga berusaha mengusir unta-unta yang berseliweran dan berusaha memakan bunga-bunga itu.

Beberapa waktu lalu, fenomena alam yang terjadi di Arab Saudi menyedot perhatian publik. Pada akhir minggu lalu, akun Twitter @theholymosques membagikan foto-foto pegunungan tandus berubah jadi penuh rumput di kota Makkah.

Fenomena alam ini sempat menghebohkan publik. Pasalnya, Makkah yang gersang mendadak sehijau padang rumput di negara tropis merupakan pemandangan yang tak umum dijumpai. Beberapa pengguna media sosial mengaitkan hal ini dengan tanda-tanda kiamat yang tertulis dalam kitab suci umat Islam, Alquran.

Sebenarnya, Arab Saudi mendadak hijau bukan fenomena alam abnormal pertama yang terjadi di tanah Arab. Sejak tahun 2021, sejumlah fenomena alam yang tak kalah unik juga sempat menggemparkan internet.

Mulai dari bukit tandus mendadak hijau sampai mawar gurun, berikut ini deretan fenomena alam tak biasa di Arab Saudi yang sempat menghebohkan dunia maya.

  1. Bukit Tandus Mendadak Hijau

Menurut laporan Arabia Weather (7/1/2023), citra satelit Terra yang dirilis Badan Antariksa Amerika (NASA) menampakkan pemandangan hijau di beberapa wilayah di Arab Saudi. Vegetasi hijau nan luas terlihat muncul di daerah kering yang didominasi gurun seperti kota Makkah, Jeddah, dan Madinah.

Arab Saudi tercatat menikmati curah hujan tinggi sejak bulan Desember 2022. Curah hujan ini terjadi hampir terus-menerus dan dalam periode yang panjang jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

  1. Fenomena Awan Rendah

Pada 2021, fenomena awan menggantung rendah di bawah pegunungan telah menarik ratusan pejalan kaki dan turis lokal di wilayah Asir, Arab Saudi. Menurut laporan Alarabiya News, fenomena tersebut terjadi di musim panas tahun.

Pakar iklim, Prof. Abdullah Al-Misnad mengatakan pada Saudi Press Agency bahwa penjelasan ilmiah atas fenomena alam ini berkaitan dengan mekanisme pembentukan kabut dan awan.

Al-Misnad menjelaskan, “Mekanisme pembentukannya hampir sama, tapi kabutnya langsung di atas permukaan bumi, sedangkan awannya tinggi di langit, dan karena puncak Pegunungan Sarawat berada di atas dua ribu meter di atas permukaan laut, sebagian tingginya 2,5 ribu meter, dan beberapa di antaranya sekitar tiga ribu meter.”

“Puncak-puncak ini dikelilingi lembah-lembah yang dalam yang terkadang terbentuk di atasnya awan rendah, jika kondisinya terpenuhi, yang terkadang menyentuh puncak gunung tinggi, seperti Al-Sawdah Park,” imbuhnya.

  1. Hujan Es dan Salju Gurun

Awal tahun 2022, badai salju dan hujan es tercatat di wilayah gurun Arab Saudi. Fenomena alam ini mengubah pemandangan di sana yang kemudian menimbulkan kehebohan di antara penduduk setempat dan jadi sensasi di media sosial.

  1. Fenomena Mawar Gurun

Arab Saudi juga beberapa kali menjadi saksi munculnya mawar gurun. Fenomena ini biasanya ditemukan di sabkha, sebutan untuk dataran garam di wilayah gurun timur.

Menurut Destinationksa, mawar gurun muncul ketika cekungan garam dangkal menguap. Dalam prosesnya, kristal gipsum terbentuk dalam susunan pelat datar yang melingkar, membuat batu itu berbentuk mirip mahkota bunga mawar.

Fenomena mawar gurun kerap mengundang wisatawan. Menurut situs web Visit Saudi, biasanya turis akan diajak untuk berburu mawar gurun dalam ekspedisi ke bukit pasir gurun sekitar 40 km sebelah barat Al Khobar. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*