
JoSS, WELLINGTON – Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengejutkan publik dengan mengumumkan pengunduran dirinya, hari ini Kamis (19/1/2023). Dengan menahan airmatanya, politikus 42 tahun itu mengungkapkan alasan pengunduran dirinya tersebut.
Alih-alih politis, Jacinda Ardern mengaku tidak lagi punya cukup tenaga untuk memimpin Negeri Kiwi.
“Saya mundur karena peran istimewa ini datang bersama tanggung jawab. Tanggung jawab untuk tahu kapan Anda tepat memimpin dan kapan sebaliknya. Saya tahu apa yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini. Dan saya menyadari bahwa saya tidak lagi memiliki cukup energi untuk melakukannya… Sesederhana itu,” kata Jacinda Ardern seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (19/1/2023).
Saat menyampaikan pengumuman pengunduran dirinya, Jacinda Ardern mengatakan bahwa dia mendapat dukungan dari keluarga atas apapun keputusannya: melanjutkan kepemimpinan atau mundur.
Dia menegaskan yang perlu digarisbawahi adalah bahwa dia mundur bukan karena pekerjaannya sulit.
“Saya menyadari kapan saya memiliki cukup tenaga untuk melakukannya… Dan saya akan merugikan rakyat Selandia Baru jika tetap lanjut memimpin,” kata dia seperti dikutip news.com.au.
Pasangan Jacinda Ardern, Clarke Gayford (46), turut hadir dalam momen konferensi pers pengunduran diri tersebut. Keduanya telah dikaruniai seorang putri bernama Neve Te Aroha Ardern Gayford.
Kepada Clarke dan putrinya, Jacinda Ardern mengatakan, “Untuk Neve, ibu menantikan momen bersama ketika kamu mulai sekolah tahun depan. Dan untuk Clarke, ayo kita menikah.” Kabar pengunduran dirinya ini diungkap saat pertemuan tahunan Partai Buruh.
Kabar pengunduran diri Jacinda sebagai Perdana Menteri Selandia Baru ini langsung menjadi sorotan warganet dunia.
Berbagai cuitan tentang performa PM Selandia Baru Jacinda Ardern pun menjadi trending global di dunia, dengan 115 ribu cuitan dan bertengger di posisi ke-6 trending topic Twitter.
Berikut ini adalah beberapa cuitan reaksi positif dan negatif dari warganet soal PM Jacinda Ardern di Twitter, Kamis (19/1/20233).
Masa jabatan Jacinda sebagai Perdana Menteri Selandia Baru akan berakhir paling lambat 7 Februari. “Saya manusia, politikus adalah manusia. Kami memberikan semua yang kami bisa selama kami bisa. Dan kemudian tiba waktunya. Bagi saya, ini saatnya,” ungkap Jacinda. (lna)

Leave a Reply