
PERHELATAN Dieng Culture Festival 2022 akan diselenggarakan pada Jumat-Minggu 2-4 September 2022 mendatang. Lokasi berada di Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Puluhan ribu wisatawan diperkirakan hadir dalam rangkaian wisata budaya dan musik dengan sederet bintang ternama.
Nah jika Anda berkesempatan untuk berlibur di Dieng, jangan lewatkan sejumlah makanan khas yang sangat cocok dengan hawa dingin Dataran Tinggi Dieng.
Berikut ini makanan khas Wonosobo yang wajib Anda Coba:
- Mie Ongklok
Makanan khas Wonosobo yang pertama adalah mie ongklok. Makanan ini adalah sebutan mie ayam khas Wonosobo. Berbeda dengan mie ayam biasanya, mie ongklok disajikan dengan sate ayam.
Cita rasanya hampir sama, yaitu memiliki rasa gurih, manis, dan dengan kuah yang kental. Jika Moms ingin membawa mie ongklok sebagai oleh-oleh, mie ini tersedia dalam keadaan mentah.
Kemasannya tidak dibungkus dengan plastik, tetapi menggunakan keranjang kecil dari anyaman bambu.
- Tempe Kemul
Kalau daerah lain menyebutnya tempe mendoan, Wonosobo memiliki tempe kemul. Tampilannya seperti mendoan dan disajikan dengan cabe merah.
Makanan khas Wonosobo ini biasa dimakan bersamaan dengan mie ongklok sembari minum teh hangat. Tempe kemul adalah tempe yang dibalut dengan tepung gandum, tepung singkong, tepung beras, dan diberi daun kucai, kemudian digoreng bersamaan,
Panduan bumbu kunyit dan ketumbar dalam tempe membuat rasa makanan ini berbeda dari mendoan biasa. Harganya relatif murah, yaitu Rp500 per buah.
- Soto Golak
Selanjutnya, soto golak menjadi makanan khas Wonosobo. Golak sendiri adalah makanan dari bahan dasar umbi singkong. Makanan ini diproses sampai singkong berbentuk seperti kentang, lalu digoreng.
Kemudian, singkong disajikan bersamaan dengan soto sapi. Bisa dibilang, golak adalah makanan pendamping untuk menyantap soto sapi.
Selain golak, di dalam soto terdapat soun, kecambah, kacang tanah, seledri, potongan daging sapi, dan bawang goreng. Soto golak biasanya dihidangkan dengan nasi atau ketupat. Rasanya lebih lengkap apabila ditambahkan tahu atau tempe kemul.
- Nasi Megono
Makanan khas Wonosobo selanjutnya adalah nasi megono. Berbeda dengan nasi megono khas Pekalongan, nasi megono Dieng terdiri dari nasi, ikan teri, dan irisan sayur. Warga lokal menyebut makanan ini dengan sego reged atau nasi kotor.
Tampilannya memang terlihat kotor, tetapi rasanya tak kalah nikmat. Warga lokal menjadikan nasi megono sebagai bekal bekerja di sawah. Rasanya semakin mantap apabila disantap dengan tempe kemul. Nasi ini dibanderol dengan harga Rp2.500 sampai dengan Rp3.000.
- Carica
Carica adalah pepaya gunung khas daerah Wonosobo. Dengan ukuran yang lebih kecil ketimbang pepaya biasanya, buah carica tidak kalah enak ketika disantap.
Buah ini tumbuh subur di kawasan pegunungan, terutama dataran tinggi Dieng. Camilan ini bukan hanya dijual di area Wonosobo saja, tetapi juga sudah banyak dijual di kota-kota besar sekitar.
Buah ini biasa disajikan dalam cup kecil yang berisi potongan carica dan air yang terasa manis.
Perpaduan keduanya terasa asam dan manis di lidah, sehingga cocok disantap ketika dingin. Jika ingin membelinya, satu cup buah carica dibanderol dengan harga Rp4.000,00. Jika ingin lebih murah, Moms bisa membeli satu kotak dengan harga Rp30.000,00. Harga bisa bervariasi, tergantung pada merek dan ukuran cup.
Makanan khas Wonosobo tidak susah dicari, Moms bisa menemukannya di sepanjang jalan menuju dataran tinggi Dieng.
- Geblek
Geblek dapat dengan mudah ditemui di berbagai tempat makan. Geblek atau lekuk berwarna putih dengan bentuk menyerupai cincin. Makanan khas ini terdiri dari tepung tapioka basah, yang dicampur dengan daun kucay dan bumbu khas daerah tersebut.
Teksturnya kenyal, sedikit lengket, dan memiliki rasa yang gurih. Camilan ini cocok dihidangkan di berbagai suasana, sehingga cocok dijadikan sebagai buah tangan untuk kerabat dan tetangga di rumah. Makanan khas Wonosobo ini dibanderol dengan harga Rp25.000 per bungkus.
- Kacang Dieng
Makanan khas Wonosobo selanjutnya adalah kacang Dieng. Makanan ini menjadi salah satu buah tangan favorit para wisatawan. Kacang Dieng diminati karena praktis dan simpel. Oleh warga lokal dan sekitar, kacang dieng sering disebut kacang babi.
Sebutan tersebut disematkan karena kacang Dieng berbentuk lebih besar dibanding kacang pada umumnya. Camilan ini digoreng bersamaan dengan bumbu khas.
Bumbu tersebut menimbulkan cita rasa gurih, sehingga membuat banyak orang ketagihan. Harganya cukup murah, yaitu Rp22.500 per bungkusnya. (lna)

Leave a Reply