PT JMM Buka Peluang Pembangunan Jalur Khusus Sepeda di Tol Jogja-Solo

PT JMM Buka Peluang Pembangunan Jalur Khusus Sepeda di Tol Jogja-Solo
kontruksi jalan tol solo-yogyakarta-kulonprogo (Dok. Kementerian PUPR)

JoSS, SOLO – PT Jogja-Solo Marga Makmur (JMM) selaku perusahaan pelaksana pembangunan jalan tol Jogja-Solo tengah mengkaji peluang pembangunan jalur khusus sepeda di tol Jogja-Solo. Kajian dilakukan baik aspek teknik, regulasi, maupun kondisi lingkungan.

Corporate Communication PT JMM Ahmad Izzi mengatakan pembuatan jalur sepeda tersebut adalah merupakan ide atau inovasi dari PT JMM untuk memberi nilai lebih bagi jalan Tol Jogja-Solo dengan memanfaatkan rumija (ruang milik jalan) yang ada.

Izzi menjelaskan saat ini pihaknya masih melakukan kajian lebih mendalam. Ini agar inovasi tersebut bisa benar-benar memungkinkan dari berbagai aspek.

“Namun hal ini tentunya masih bersifat usulan yang masih harus dikaji lagi dari berbagai aspek. Baik aspek teknik, regulasi, maupun kondisi lingkungan/ topografi dari trase jalan Tol Jogja-Solo,” jelasnya, dilansir dari detikjateng.com.

Ia menambahkan jika hal tersebut memungkinkan dari sisi kajian, rencana ini akan direalisasikan di Tol Jogja-Solo. “Jika memang sesuai kajian memungkinkan, serta di pilot project di Jogja-Solo ini sukses, bisa dilanjutkan ke jalan tol yang lain,” katanya.

Ia mengatakan dari panjang Tol Jogja-Solo seksi 1 Kartasura-Purwomartani sekitar 42 km dan Tol Jogja-Solo dari Kartasura-Klaten sekitar 35 km. Jika ini terealisasi Jogja Solo bakal menjadi jalan tol pertama di Pulau Jawa yang dilengkapi dengan jalur khusus sepeda.

“Jadi itu sama badan jalan tol terpisah. Nanti jalan tol ada main road, kemudian ada ruang jalan paling kiri dan di sana berupa tanah dan rerumputan. Batas paling kiri dengan (pekarangan warga) itu kan ada tembok atau pagar berduri. Dari sana nanti dikurangi sekitar lima meter untuk jalur sepeda. Jadi nanti ada dua pagar untuk membatasi dengan tanah warga dan membatasi dengan main road toll,” katanya.

“Kalau terealisasikan memang menjadi yang pertama di Pulau Jawa, jalan tol dilengkapi dengan jalur khusus sepeda,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemkab Klaten mengusulkan pembuatan jalur khusus sepeda di Tol Jogja-Solo. Terkait hal itu, Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengaku jalur gowes baru sebatas rencana.

“Itu (jalur sepeda) baru rencana, belum ada kepastian. Dari penetapan lokasi (penlok) belum ada, saya belum bisa memberikan penjelasan lahan ditambah atau tidak,” kata Kasi Pengadaan Lahan Kantor BPN Klaten Sulistyono kepada wartawan di Balai Desa Granting, Kecamatan Jogonalan, Selasa (12/7/2022).

Sulistyono menyebut penambahan lahan jalur sepeda di Tol Jogja-Solo tidak bisa dilakukan mendadak. Penambahan lahan harus melalui beberapa prosedur. “Harus ada prosedur, harus ada penetapan lokasi ulang tambahan. Usulan boleh saja tapi harus dikaji, Klaten harus ada tanah untuk lahan hijau,” jelas Sulistyono.

Menurutnya, BPN belum menerima surat atau perintah soal penambahan jalur sepeda tersebut. Jika ada penambahan harus ada persetujuan dari gubernur.

“Mungkin Bupati sudah setuju, tinggal mengajukan ke Gubernur dan Gubernur yang menetapkan Penlok, trase yang ada ditambah untuk sepeda. Nanti sepeda di dua sisi jalan, lebar enam meter tapi semua itu baru rencana,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer Lahan dan Utilitas PT Jogja Solo Marga Makmur (JMM), Muhammad Amin buka suara soal rencana jalur sepeda tersebut. Menurutnya jika lahan yang ada cukup maka tidak perlu ada penambahan lahan baru.

“Tergantung, kalau lahan masih cukup tidak ditambah tapi jika kurang kita usulkan ditambah dengan revisi Penlok. Dari center jalan tol bisa 30 meter jaraknya,” kata Amin kepada wartawan.

Amin menyebut JMM saat ini masih menunggu surat usulan resmi. Setelah ada surat baru dikaji dan dibuatkan desainnya. “Tapi konsepnya kita pernah ditunjukkan, ya diharapkan jadi kenyataan,” terang Amin.

Untuk jalur sepeda, kata Amin, sejajar dengan tol tapi beda jalur. Nantinya jalur sepeda itu gratis.

“Ya gratis. Pintu masuknya dari rest area yang ada mulai dari Kartasura terus ke Klaten,” imbuh Amin. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*