
JoSS, KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal terus berupaya menurunkan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Salah satunya, dengan memberikan vaksin bagi hewan yang terpapar PMK.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal Puji Yuwono mengatakan upaya ini dilakukan untuk percepatan penanggulangan wabah PMK yang kini merebak hampir di seluruh wilayah di Tanah Air.
Dia menjelaskan, kasus PMK di Kendal mencapai 778 kasus, dengan masih ada 467 kasus aktif, yang tersebar di 14 kecamatan.
“Hari ini kami melakukan vaksinasi di empat lokasi, yaitu di Desa Karanganyar dan Desa Blumah, Kecamatan Plantungan, Desa Ngadiwarno Kecamatan Sukorejo, dan Desa Gondoharum Kecamatan Pageruyung. Dengan harapan, nantinya kasus PMK di wilayah tersebut, semuanya bisa sembuh kembali,” terang Puji saat ditemui usai melakukan vaksinasi PMK pada hewan di Kecamatan Plantungan, Rabu (29/6/2022).
Lebih lanjut Puji menjelaskan pada pelaksanaan vaksinasi PMK tahap I, pihaknya menargetkan 700 dosis vaksin. Untuk pelaksanaan vaksinasi pada Rabu (29/6/2022), Puji menargetkan sebanyak 300 dosis vaksin.
Untuk teknis pelaksanaan vaksinasi, pihaknya melibatkan empat tim vaksinasi, yang masing-masing memiliki lima orang personel yang memiliki tugas sebagai screening, vaksinator, dan pencatatan.
Puji menambahkan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah untuk terus menekan PMK di Kabupaten Kendal, salah satunya dengan membuat dan memasang poster terkait PMK di pasar hewan, Puskeswan, dan RPH.
“Kami terus berupaya menekan penyebaran wabah PMK dengan memberikan sosialisasi kepada peternak, di pasar hewan, Pusat Kesehatan Hewan dan Rumah Pemotongan Hewan, dengan memasang spanduk atau poster terkait PMK,” jelasnya, dilansir dari jatengprov.go.id.
Selain itu, juga membuat leaflet untuk dibagikan ke peternak dan pedagang ternak sebagai sarana sosialisasi. Pihaknya juga telah menutup akses jual beli hewan khususnya sapi dari daerah lain yang sudah terpapar PMK.
“Menutup akses tidak ada jual beli hewan khususnya sapi di daerah lain yang sudah terpapar PMK, dan menutup pasar hewan sementara di wilayah Kabupaten Kendal,” jelasnya.
Dia berharap, dengan upaya-upaya yang sudah dilakukan dapat menekan angka sebaran kasus PKM di Kabupaten Kendal, sehingga bisa cepat membaik.(lna)

Leave a Reply