Sedekah Sekaligus Promosi, Petani Temanggung Bagikan Kopi Kepada Pemudik

Petani Temanggung Bagikan Kopi Kepada Pemudik
Petani Temanggung Bagikan Kopi Kepada Pemudik (ilustrasi)

JoSS, TEMANGGUNG – Para petani dan komunitas kopi di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Kamis, melakukan sedekah kopi bubuk kepada masyarakat atau pemudik yang melintas di Jalan Raya Pringsurat.

Ketua Panitia Sedekah Kopi Agus Mawardi di Temanggung mengatakan sedekah kopi yang berlangsung di kawasan Rest Area Ngipik, Kecamatan Pringsurat ini membagikan sebanyak 1.340 kemasan kopi bubuk.

Kabupaten Temanggung merupakan salah satu sentra penghasil kopi di Provinsi Jawa Tengah, baik kopi robusta maupun arabika.

Kegiatan membagikan kopi gratis ini selain sebagai sedekah, juga sebagai ajang promosi kopi Temanggung kepada masyarakat di luar Temanggung.

“Kegiatan ini kami lakukan di jalur Semarang-Yogyakarta agar kopi Temanggung semakin dikenal di daerah lain, karena masyarakat atau pemudik yang melintas di jalan ini dari berbagai daerah,” katanya, dilansir dari Antara, Jumat (19/4/2022)

Dari sejumlah kopi yang dibagikan tersebut ada 141 merk dari sekitar 500 merk kopi yang ada di kabupaten Temanggung.

“Jadi ini baru sebagian kecil brand kopi yang ada di Kabupaten Temanggung terlibat dalam sedekah kopi ini,” katanya.

Persiapan sedekah kopi ini relatif singkat, sekitar seminggu lalu dirinya bersama beberapa pelaku kopi Temanggung memiliki gagasan tersebut, kemudian disosialisasikan melalui WhatsApp dan ternyata mendapat tanggapan positif dari para pelaku kopi.

“Setelah itu, kami mengumpulkan dari masing-masing brand yang ingin bersedekah kopi, ada yang lima kemasan, ada juga yang 30 kemasan,” katanya.

Setiap kemasan rata-rata berisi 100 gram kopi bubuk. Nilai total dari sedekah kopi ini sekitar Rp20 juta.

Camat Pringsurat Agus Sri Sudiyanto menyambut baik kegiatan yang dilakukan para petani dan komunitas kopi Temanggung ini.

“Selain sebagai sedekah, masyarakat yang mendapat pembagian kopi gratis ini bisa mencicipi kopi Temanggung sehingga dapat membumikan kopi Temanggung ke daerah lain,” katanya. Dengan cara-cara seperti ini kopi Temanggung akan makin terkenal.

Untuk diketahui, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, tahun 2022 menargetkan menanam sekitar 400.000 hingga 500.000 bibit kopi.

“Tahun ini kami menargetkan dapat menanam 400.000 hingga 500.000 bibit kopi baik robusta maupun arabika untuk meningkatkan produksi kopi,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto, belum lama ini.

“Penanaman tahun lalu paling banyak kopi arabika yang kami salurkan ke masyarakat, sekaligus untuk mendukung program konservasi lingkungan yang sedang digalakkan Pemkab Temanggung,” katanya.

Ia menuturkan berdasarkan pemetaan tahun lalu luas tanaman kopi robusta di Kabupaten Temanggung sekitar 12.000 hektare, dengan catatan ada 800 batang kopi per hektare, sedangkan luas tanaman kopi arabika relatif lebih kecil sekitar 1.500 hektare.

“PR (Pekerjaan Rumah) kami ke depan untuk tanaman kopi robusta memang banyak yang harus diremajakan dan kemarin kami sudah melakukan pelatihan bagi training of traine  yang nanti akan memberikan pelatihan terkait usaha tani dan program tahun ini tentang kopi,” katanya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*