Sosok Miyono Suryosardjono Bagi Keluarga Presiden Jokowi, Gibran: Beliau Mentor

Foto: youtube Harian Kompas

KEPERGIAN mendiang Miyono Suryosardjono pada Minggu (27/2/2022) malam menjadi duka mendalam bagi Keluarga besar Presiden Jokowi (Joko Widodo).

Sosok paman yang disebut-sebut sebagai mentor sekaligus pendukung karier politik Jokowi ini dikenal sebagai pekerja keras hingga menjadi pengusaha sukses.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, saat diwawancarai wartawan, Senin (28/2/2022), mengatakan mendiang kakeknya merupakan pribadi yang baik. Sosoknya dikenal sebagai pekerja keras dan pengusaha sukses. Produktivitasnya tak perlu diragukan lagi.

Putra sulung Presiden Jokowi ini mengatakan Miyono bahkan masih ngantor di pabrik meski sudah sepuh. Kesuksesan itu yang membuat Gibran menjuluki Miyono sebagai mentor untuk semua. “Orangnya baik, pengusaha sukses. Mentor untuk semuanya. Ya yang mengajari Bapak kan kakung ini. Yang perlu diteladani yakni kerja kerasnya, beliau produktif. Sampai tua tiap hari masih ngantor di pabrik, itu luar biasa sekali,” kata Gibran, dilansir dari solopos.com.

Adik kandung Presiden Jokowi, Titik Ritawati, menambahkan bahwa mendiang pakdhenya, Miyono, merupakan pribadi yang sabar dan penyayang keluarga. Apalagi setelah ayah Titik meninggal dunia, ia dan saudaranya sering sowan dan minta wejangan dari mendiang Miyono.

Miyono selalu memberikan dukungan kepada para keponakannya. Termasuk restu kepada Jokowi untuk terjun ke dunia politik. Dukungan tersebut dimulai dari saat mendaftar jadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI, hingga presiden dua periode.

“Pakde selalu mendukung apa pun yang bagus [untuk Jokowi], apa pun yang baik akan didukung dan didoakan,” terangnya lagi. Titik juga melihat pakdenya sebagai sosok penyabar.

Miyono dan mendiang ibu Presiden Jokowi, Sudjiatmi, selalu memberikan contoh kerukunan antarkeluarga. Ia bahkan jarang melihat konflik antarsaudara kandung tersebut. “Iya, penyabar, bijaksana, sama keponakan selalu perhatian. Sejak dulu keluarga Pakde dan Ibu selalu rukun, guyub, tolong menolong,” terang Titik.

Kendati mendukung Jokowi, Titik mengatakan Miyono tak pernah terjun langsung sebagai politikus. Semasa hidup, sang paman konsen pada bisnis furnitur bernama Roda Jati. Sejak muda aktif mengembangkan perusahaannya.

Miyono juga pernah bergabung dalam organisasi pengusaha seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Solo. Namun, kata Titik, pakdenya hanya menjadi tim pendukung, bukan pengurus aktif. “Pas masih muda ya aktif di perusahaan saja. Organisasi Kadin juga aktif, selalu mendukung programnya. Tapi bukan sebagai ketua. Semasa hidup, ya jadi pengusaha, tidak ada yang politik, dari bapak, ibuk, pakdhe, semua pengusaha kayu,” terang Titik.

Baca juga: Pakar Arsitektur Pengembangan Perkotaan UGM, Prof Budi Prayitno Berpulang

Seperti diberitakan sebelumnya, kakak dari ibunda Presiden Jokowi, Miyono Suryosardjono, meninggal dunia pada Minggu (27/2/2022) malam setelah menderita sakit selama beberapa waktu. Jokowi hadir pada upacara pemakaman yang berlangsung Senin (28/2/2022).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) takziah ke rumah duka almarhum pamannya, Miyono Suryosardjono, di Kota Surakarta, pada Senin, 28 Februari 2022. “Saya tiba di Solo hari ini dengan rasa duka yang dalam. Pakde saya, Bapak Haji Miyono Suryosardjono, berpulang ke haribaan Allah SWT tadi malam pukul 19.50 WIB akibat sakit yang diidapnya beberapa lama. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun,” kata Jokowi dikutip lewat akun instagram pribadinya @jokowi, Senin (28/2/2022).

Sekadar informasi, Kepala Negara tiba di rumah duka sekitar pukul 09.52 WIB dan disambut oleh putra almarhum, Triyono Budi Warsito, selaku perwakilan keluarga.

“Atas nama keluarga, mohon doa dari Anda semua untuk Bapak Miyono, semoga almarhum beroleh tempat nan lapang di sisi Allah SWT, diampuni dosa-dosanya, dan diterima segala amal ibadahnya,” kata Jokowi. Jokowi pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk para dokter yang membantu pamannya tersebut.

“Terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh dokter, tenaga medis, perawat dari RSPAD Jakarta, dan juga RS Slamet Riyadi Solo yang telah merawat Pakde Miyono selama sakitnya,” ujarnya

Dikutip melalui laman Sekretariat Kabinet (Setkab), adik almarhum, Setyawan Prasetya, mengatakan bahwa almarhum Miyono Suryosardjono meninggal pada Minggu (27/2) malam sekitar pukul 19.50 WIB akibat sakit yang sudah dideritanya beberapa lama.

Mewakili pihak keluarga, dirinya pun memohonkan almarhum didoakan. “Kami atas nama keluarga mohon didoakan kepada almarhum Bapak Haji Miyono Suryosardjono, mudah-mudahan meninggalnya husnulkhatimah, diampuni dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, dan mendapat tempat di sisi-Nya,” kata Setyawan.

Menurut Setyawan, almarhum Miyono meninggalkan seorang istri dengan enam orang anak dan menantu, serta 12 orang cucu. Seluruh keluarga merasa kehilangan atas meninggalnya Miyono.

“Kami sekeluarga mengucapkan banyak terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh dokter, tenaga medis, perawat dari RSPAD Jakarta, dan juga RS Slamet Riyadi Solo yang telah begitu bekerja keras untuk membantu kami demi kesembuhan kakak kami Miyono tersebut. Namun, ternyata Tuhan Yang Maha Esa berkehendak lain sehingga kami sekeluarga akan tetap ikhlas, tawakal,” ujarnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*