JoSS, BATANG – Ketua Komisi A DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Desa Sidoharjo Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, pada Rabu, 16 Februari 2022. Sidak dilakukan untuk memeriksa ketahanan bangunan infrastruktur desa yang dibiayai dari dana APBD 2021 tersebut.
Didampingi oleh Kepala Desa Sidoharjo Tukhin, M Saleh menyusuri jalan yang telah dibangun talud di satu sisi jalan sepanjang 447 meter. Dalam channel YouTube Bang Saleh, politikus Golkar ini tampak menyimak penjelasan dari kepala desa setempat.
Untuk diketahui, pembangunan talud di Desa Sidoharjo Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang ini dibiayai dari APBD 2021 sebesar Rp150 juta melalui aspirasi DPRD Provinsi Jawa Tengah. Mohammad Saleh merupakan wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 13 yang meliputi Kabupaten Batang, Kab. Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Pemalang.Pembangunan Talud di Desa Sidoharjo Batang
Kepada Saleh, Tukhin menjelaskan pembangunan talud ini juga dilengkapi drainase yang menampung tiga saluran, termasuk irigasi untuk lahan pertanian.
“Pembangunan talud ini juga mengakomodir kebutuhan petani pak, jadi jangan sampai pembangunan talud malah menutup saluran air untuk petani. Petani senang sekali dan berterima kasih atas pembangunan talud dan irigasi ini,” katanya dikutip dari channel Youtube Bang Saleh berjudul “Sidak Pembangunan Talud di Desa Sidoharjo, Kecamatan Bawang Kabupaten Batang Jawa Tengah.”
Baca juga: Mohammad Saleh Janji Perjuangkan Pendirian SMA/SMK Negeri di Kecamatan Watukumpul Pemalang
Tukhin menjelaskan, pembangunan talud ini memakan waktu lebih lama karena harus menggali tebing lebih dahulu untuk melebarkan jalan selebar 1-1,5 meter. Nantinya, lanjut Tukhin, jalan tersebut menjadi lebar 5 meter dari yang sebelumnya hanya sekitar 2 meter.
“Jadi ini jalannya sekaligus dilebarkan di sisi kanan selebar 1-1,5 meter. Sekaligus diurug tanah galian tebing, jadi nanti progress kedepannya adalah pembangunan sekaligus pelebaran jalan,” jelasnya.
Menurut Tukhin, meski jalan desa namun jalan ini merupakan akses utama warga di dua desa yakni Desa Sidoharjo Kecamatan Bawang dan Desa Mojotengah yang merupakan wilayah Kecamatan Reban.
“Jalan ini merupakan akses warga dua desa menuju Pasar Bawang untuk menjual hasil pertanian maupun kayu bakar. Jadi relative ramai, kalau ada papasan mobil harus minggir terlebih dahulu. Ke depan diharapkan dengan lebar jalan 5 meter, akses warga menjadi lebih lebar,” jelasnya.
Moh Saleh kemudian memeriksa ketahanan bangunan dengan menendang talud tersebut. “Jadi begini, sekarang kalau ngecek ketahanan bangunan seperti cara pak Ganjar. Ditendang-tendang. Tinggal yang rusak sepatunya, atau bangunannya? Ini kuat banget taludnya, kualitas bangunannya juga bagus, batu-batunya juga dipasang tidak asal-asalan,” kata Moh Saleh diikuti tawa Kepala desa dan sejumlah warga.
Saleh berharap pembangunan talud dan irigasi ini akan memberikan manfaat bagi warga setempat. Ke depan rencananya pembangunan jalan akan dilanjutkan untuk mewujudkan infrastruktur yang lebih baik, dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga.
“Dengan adanya talud ini, air tidak melewati jalan, sehingga tidak merusak aspal jalan. Jika nanti jalan dibangun akan lebih baik kondisinya, karena saluran air sudah dibangun terlebih dahulu,” jelasnya. (lna)

Leave a Reply