
JoSS, PEMALANG – Reses di Masa Persidangan Kedua Tahun 2021/2022, Ketua Komisi A DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh menyerap aspirasi masyarakat di Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang. Persoalan krusial yang dihadapi masyarakat khususnya di Kecamatan Watukumpul adalah belum adanya SMA/SMK Negeri di daerah itu.
Ketiadaan SMA/SMK Negeri di daerah itu membuat warga harus menempuh jarak sekitar 70 kilometer untuk mencapai daerah terdekat yang ada Sekolah Menengah Atas Negeri.
Kuswadi, Kepala Desa Majakerta Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap ketimpangan sekolah negeri di kecamatan ini. Daerah ini hanya memiliki 3 SMP Negeri dan tidak memiliki SMA maupun SMK negeri.
“Warga desa ini harus menempuh jarak 70 km untuk bersekolah, sehingga orang tua harus mencarikan tempat tinggal sementara atau kost bagi siswa yang masuk SMA atau SMK negeri di Kabupaten Pemalang,” katanya dalam acara Reses Anggota DPRD Jawa Tengah M Saleh di Dapil 13 meliputi Batang, Kab. Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Pemalang, Kamis, (17/2/2022).
Menanggapi hal itu, Mohammad Saleh berjanji akan segera menindaklanjuti dengan mengkomunikasikan dengan pihak terkait yakni pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan.
“Terkait tidak adanya sekolah SMA atau SMK Negeri akan saya segerakan untuk menghubungi dan mengkomunikasikan dengan dinas pendidikan,” katanya Politikus Golkar ini.
Selain ketiadaan SMA maupun SMK di Kecamatan Watukumpul, warga juga mengeluhkan rusaknya infrastruktur jalan di wilayah itu.
Baca juga: Mohammad Saleh: Penyelenggaraan Bantuan Hukum Juga Diberikan Perempuan, Anak dan Disabilitas
Wahyudi warga Desa Cikadu mengeluhkan buruknya akses jalan dari Kecamatan Bodeh ke arah Kecamatan Watukumpul.
“Kalau bisa saya mengusulkan agar jalan dari Bodeh ke Watukumpul diambil alih oleh provinsi saja pak, karena hanya Kecamatan Watukumpul yang belum punya akses jalur provinsi, sedangkan kecamatan lain sudah ada. Mungkin apabila diambil alih provinsi akan jadi lebih baik,” ujarnya.
Terkait hal itu, Mohammad Saleh menampung semua keluhan warga dan berjanji akan segera menindaklanjuti dengan instansi terkait.
“Saya tadi sudah meninjau dan melewati jalan yang di maksud, memang cukup parah dan cukup membahayakan. Untuk itu saya akan berusaha mengusulkan bersama anggota dewan lain agar jalan itu bisa diambil alih oleh pemerintah provinsi,” kata Saleh.
Dalam acara reses tersebut warga juga menyerahkan beberapa proposal usulan pembangunan fisik ataupun usulan kegiatan dari warga Kecamatan Watukumpul. Warga berharap usulan ini dapat difasilitasi oleh dana aspirasi anggota dewan.
Pada kesempatan itu Mohammad Saleh juga mengingatkan apabila nanti proposal usulan warga di setujui dan memperoleh bantuan dana agar dipergunakan dengan baik dan tidak ada penyalahgunaan dana di luar peruntukannya. (lna)

Leave a Reply