
JoSS, JAKARTA – Kasus positif Covid-19 di RI pada hari ini, Rabu (16/2/2022) naik 64.718, dan jumlah orang meninggal akibat infeksi Virus Corona bertambah 167 orang. Kemenkes sebut 98 persen kasus didominasi omicron.
Data Satgas Penanggulangan Covid-19 menyebut, bahwa dengan penambahan kasus positif itu, maka total kasus Covid-19 di Indonesia pada Rabu (16/2/2022) mencapai 4.966.046. Kemudian, total jumlah orang meninggal akibat Covid-19 sebanyak 145.622 orang. Adapun, jumlah orang sembuh dari Covid-19 bertambah 25.386 orang, maka total kasus sembuh menjadi 4.375.234.
Adapun kasus aktif (yang dirawat dan menjalani isolasi) bertambah 39.165 orang, maka total menjadi 445.190 orang. Provinsi yang paling banyak mengalami penambahan kasus Covid-19 adalah Provinsi Jawa Barat 15.196, disusul DKI Jakarta 12.388 dan Jawa Timur 7.919.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, bahwa saat ini kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia 98 persen didominasi varian Omicron. Kasus terkonfirmasi harian Covid-19 mencatat rekor pada Selasa (15/2/2022) yaitu 57.049. Angka itu melampaui puncak Delta pada Juli 2021 yaitu 56.757 kasus.
“Dalam 30 hari terakhir kasus Covid-19 varian Omicron 98 persen dan 2 persen varian lainnya Delta,” ujar Siti Nadia dalam siaran pers Kemenkes yang disiarkan secara daring, Rabu (16/2/2022).
Tak cuma di Indonesia, Siti mengatakan varian Omicron juga mendominasi kasus Covid-19 di 170 negara lainnya. Secara angka, kasus Covid-19 varian Omicron mendominasi sebanyak 96,7 persen di dunia, Delta 3,3 persen, dan varian lainnya di bawah 1 persen.
Menurut Nadia, hal ini diakibatkan karakteristik varian tersebut yang memiliki daya tular jauh lebih cepat dari varian lainnya. Meski demikian, Nadia mengatakan tidak menimbulkan gejala yang parah seperti pada varian Delta.
Dengan karakter Omicron yang cenderung tidak bergejala, masyarakat diimbau untuk tidak menghindari testing, jika mengalami gejala atau berkontak erat dengan pasien terkonfirmasi.
Baca juga: Makin Ketat, DIY Sudah Punya Perda Penanggulangan Covid-19
“Satu-satunya upaya untuk membatasi penularan dan mencegah klaster, termasuk klaster keluarga adalah mengetahui lebih dini melalui testing yang cepat jika kita mengalami gejala ringan bahkan seperti flu biasa,” ujarnya.
Meski kasus harian Covid-19 telah melampaui puncak Delta, tapi kasus kematian pada puncak Omicron masih jauh dibawah puncak kasus Delta pada 2021 lalu. “Melihat jumlah kematian yang dilaporkan kemarin 134 kematian di mana jumlah ini jauh lebih rendah. Pada saat Delta, kasus mencapai 56.000, angka kematiannya 2.500,” ucap Nadia.
Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan masyarakat untuk terus waspada sehingga transmisi Covid-19 tidak meningkat terlalu tinggi. Pemerintah memperkirakan, episentrum Covid-19 akan mulai bergeser ke luar Pulau Jawa dalam 2 hingga 3 minggu ke depan. Saat ini, kata Airlangga, episentrum Covid-19 telah bergeser dari DKI Jakarta ke Jawa Barat.
“Beberapa daerah sudah dikenakan level PPKM terutama episentrumnya di Jakarta dan bergeser ke Jawa Barat, dan tentu 2 hingga 3 minggu kedepan bisa keluar Jawa,” katanya dalam konferensi pers, Rabu (16/2/2022).
Airlangga pun menyampaikan bahwa kenaikan kasus harian Covid-19 varian Omicron telah melampaui puncak kasus harian varian Delta. Pada Selasa (15/2/2022), tercatat kasus Covid-19 telah bertambah 57.049 kasus. Meski mengalami peningkatan yang tinggi, imbuhnya, tingkat pemakaian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) baru mencapai 33,41 persen.
Dia menambahkan, pemerintah telah mendorong layanan telemedicine dan ketersediaan obat, sehingga yang tanpa gejala atau mengalami gejala ringan dapat dirawat dengan isolasi mandiri. “Namun jika tidak memadai, diisolasi terpusat,” katanya. (lna)

Leave a Reply