Ketua Pinsar Jateng Suwardi: Kementerian Pertanian Janji Temui Peternak Untuk Cari Solusi

Ilustrasi peternak ayam (Foto: akurat.com)

JoSS, KENDAL – Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Tengah, Suwardi mengatakan Kementerian Pertanian telah merespon tuntutan peternak yang melakukan aksi demo di gudang jagung Kecamatan Sukorejo Kendal, Rabu (16/2/2022) lalu.

Menurutnya, Kementerian Pertanian melalui Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Nasrullah, berjanji akan mengirim utusan menemui peternak untuk membahas tuntutan dan mencarikan solusi terkait masalah yang dihadapi para peternak dalam beberapa bulan terakhir.

“Tadi dari Kementerian Pertanian, melalui Pak Dirjen PKH menyatakan akan mengirim utusan dan Pak Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, Suwandi dijadwalkan hadir besok (Jumat 18/2/2022) untuk menemui peternak,” katanya kepada JoSS.co.id, Kamis (17/2/2022) malam.

Dia berharap dari pertemuan tersebut dapat memberikan solusi terbaik bagi peternak maupun bagi konsumen. Selain itu, diharapkan dapat menjawab tuntutan peternak yakni stabilitas harga telur, penurunan harga pakan ternak dan membatasi budidaya skala besar.

Seperti diketahui, puluhan peternak ayam yang merupakan perwakilan dari 7 kabupaten di Jawa Tengah melakukan aksi demo di gudang jagung pakan ternak Kecamatan Sukorejo, Rabu 16 Februari 2022.

Para peternak mendesak pemerintah bisa menstabilkan harga telur yang saat ini terjun bebas di pasaran, di tengah melambungnya harga pakan sehingga membuat peternak terus merugi. Peternak juga menuntut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Dirjen PKH Nasrullah dicopot dari jabatannya.

Jika tuntutan tidak dipenuhi, para peternak mengancam akan mengepung Istana Negara untuk bertemu Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Serikat Pekerja Kerahkan Seribu Buruh Tuntut Pencabutan Permenaker Soal JHT dan Copot Ida Fauziyah

Peternak menilai selama ini selalu mengalami kerugian, bahkan sudah banyak pengusaha ternak ayam petelur yang gulung tikar karena tidak mampu membayar karyawan.

“Imbas naiknya harga pakan dan turunnya harga telur ayam, peternak unggas Jawa Tengah menuntut agar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dicopot dari jabatannya, karena dianggap tidak bisa melindungi peternak rakyat,” ujar Suwardi.

Sejumlah spanduk yang dibawa peternak diantaranya ‘Kepada Presiden Joko Widodo kami minta kepres pak presiden’ dan ‘ pabrik untung rakyat buntung mana keadilan bagi peternak rakyat turunkan harga pakan’.

Peternak yang melakukan aksi ini berasal dari Kendal, Temanggung, Magelang, Batang, Pekalongan Pemalang dan Kota Semarang.

Seorang peternak ayam petelur Rila mengatakan, selama ini peternak selalu merugi pasalnya harga pakan sudah tinggi namun harga telur di pasaran masih rendah.

“Saat ini harga telur ayam Rp17 ribu dari peternak sedangkan harga pakan naik terus jadi kami selalu merugi,” ujarnya.

Tuntutan lain yang disampaikan saat menyampaikan pernyataan sikap dalam aksinya yakni minta pemerintah berlaku adil sesuai dengan Permendag Nomor 7 Tahun 2020, harga pakan diturunkan dan harga telur dinaikkan.

Selain itu, pemerintah diminta bersikap tegas membatasi budidaya menengah ke atas dan meminta presiden menerbitkan perpres untuk melindungi peternak seluruh Indonesia.

Saat ini harga telur ditingkat peternak sudah mulai naik Rp17.500 per kilogram dibandingkan minggu lalu yang di kisaran Rp15. 500 per kilogramnya. Padahal harga pokok produksi dengan kondisi harga pakan naik adalah Rp23.000. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*