JoSS, JAKARTA – Laju penambahan kasus baru infeksi virus Corona di Indonesia terus meroket. Per Rabu (9/2/2022) mencapai 46.843 kasus dalam 24 jam terakhir. Pemerintah meminta masyarakat jangan remehkan gejala ringan omicron karena justru akan memicu mutasi baru varian Covid-19.
Juru Bicara (jubir) Pemerintah untuk penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro menegaskan bahwa salah satu cara untuk menurunkan risiko terbentuknya varian virus korona yang lebih berbahaya adalah dengan cara menurunkan laju penularan.
“Makin tinggi laju penularan yang artinya makin banyak virus yang memperbanyak dirinya, makin besar kemungkinan virus ini dapat berkembang kembali atau bermutasi menjadi varian baru lagi,” ujarnya, dikutip melalui Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (9/2/2022).
Dia mengatakan, upaya menurunkan laju penularan Covid-19 di Tanah Air masih menjadi hal penting yang harus dilakukan, meskipun varian Omicron cenderung memberikan gejala yang lebih ringan dibandingkan varian Delta.
Reisa mengakui bahwa gejala yang muncul pada pasien Covid-19 saat ini cenderung mengalami gejala lebih ringan dibandingkan varian Delta. Hal tersebut dikarenakan varian Omicron lebih banyak menyerang saluran pernapasan atas.
“Kita tidak boleh terlalu cepat meremehkan virus ini. Bahkan sangatlah penting bagi kita semua untuk dapat menurunkan transmisi atau laju penularan,” katanya.
Baca juga: Wamenkes Ungkap Potensi Puncak Covid Bisa 100-150 Ribu Per Hari
Selain itu, penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi juga dinilai mampu memberikan perlindungan dari penularan Covid-19. Reisa pun kembali mengajak masyarakat untuk memperketat kembali penerapan protokol kesehatan hingga mengurangi mobilitas yang tidak perlu.
“Mari ketatkan kembali penggunaan masker ketika berinteraksi dengan orang lain, terapkan jaga jarak, jangan berkerumun, rutinlah mencuci tangan dengan baik dan benar, serta kurangilah mobilitas yang tidak perlu terlebih dahulu. Terutama apabila anda termasuk kriteria masyarakat rentan, yakni memiliki komorbid, lansia, ataupun ibu hamil,” ujar Reisa.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 9 Februari 2022 jumlah kasus positif Covid-19 yang terkonfirmasi mencapai 46.843 orang sehingga secara kumulatif kasus positif mencapai 4.626.939 kasus.
Adapun kasus aktif bertambah 32.762 orang, yang membuat angka totalnya menjadi 265.824 pasien. Selain itu, masih ada 23.512 suspek atau yang dicurigai Corona. Dari jumlah total kasus positif Covid-19 itu, sebanyak 4.216.328 di antaranya telah pulih. Angka itu didapatkan usai ada penambahan 14.016 pasien yang sembuh dari Corona hari ini.
Selain itu, 144.784 di antaranya meninggal dunia, usai ada penambahan 65 kematian dari hari sebelumnya. Satgas Covid-19 juga menyebut spesimen yang diperiksa hari ini mencapai 404.506 sampel.
Sebelumnya, Indonesia resmi masuk gelombang ketiga Covid-19 usai mengalami lonjakan kasus virus sejak Natal dan Tahun Baru 2022. Lonjakan kasus yang terjadi diprediksi imbas dari varian baru, Omicron, yang awalnya dibawa oleh pelaku perjalanan dari luar negeri.
Pemerintah kini menerapkan peningkatan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM) di sejumlah daerah, termasuk Jabodetabek. (lna)

Leave a Reply