Jelang Operasional, Museum Kota Lama Terus Dilengkapi Koleksi Benda Bersejarah dan Konten Imersif

Museum Kota Lama (Foto: facebook Yayuk Rahayu)

JoSS, SEMARANG – Museum Kota Lama Semarang belum dibuka untuk umum. Saat ini, masih dalam proses pengisian konten museum. Sudah ada beberapa benda bersejarah dan konten imersif yang ditampilkan, anrara lain perahu dengan perpaduan teknologi imersif berupa pesisir pantai.

Tim Kuratorial Museum Kota Lama, Albertus Kriswandono mengatakan, perahu dan suasana pantai yang ditampilkan secara imersif tersebut menandakan bahwa masuk Semarang melalui jalur air pada kala itu. Selanjutnya, potret suasana masa lampau Kota Semarang ditampilkan di ruang imersif.

Museum Kota Lama juga menampilkan timeline atau linimasa yang menggambarkan cerita Kota Semarang dari masa klasik hingga masa kini. Ada pula benda-benda bersejarah yang menandakan cerita Kota Lama Semarang.

“Konsep yang ditonjolkan sebenarnya sama seperti muaeum lainnya, tapi kalau memahami, itu (museum) hanya pintu. Museumnya di Kota Lama, semua terisi disini. Misalkan, buku tabungan. Bangunannya masih ada, spesifiknya bank tabungan. Kalau tidak dimaknai cukup detail dan terisi, seolah-olah tidak ternilai,” jelasnya, dilansir dari website Pemerintah Kota Semarang semarangkota.go.id, Rabu (19/1/2022).

Ini menjadi museum yang memiliki tinggalan insitu. Temuan insitu tersebut adalah sebuah instalasi depo loko pertama di India Belanda pada 1882.

Baca juga: Ada 5 Simpang Lima di Semarang

Kemudian, pemkot menambah sebuah loko atau trem yang dipadukan dengan teknologi imersif. Pengunjung bisa naik loko tersebut. Seolah-olah pengunnung berjalan-jalan melihat suasana masa lampau dari loko itu.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi melalui akun instagramnya juga sudah memperkenalkan destinasi wisata baru tersebut.  Dalam postinganya yang menampilkan video suasana di museum tersebut, terdapat sejumlah komentar masyarakat, satu diantaranya terkait tiket masuk.

Wali kota yang akrab disapa Hendi itu juga membalas beberapa komentar warga yang meminta kepada pengelolaan museum berada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, agar tiket masuk jangan terlalu mahal. “Rencananya, tiket masuk akan diberlakukan gratis,” kata Hendi.

Hal itu juga disampaikan oleh Plt Kepala Disbudpar Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono mengatakan, tahap awal nanti tiket masuk akan diberlakukan gratis. Selanjutnya, Disbudpar Kota Semarang tentu akan melihat perkembangan atensi masyarakat dan sebagainya.

“Tiket masuk sementara ini gratis dulu. Nanti perkembangannya melihat atensi dan sebagainya. Tahapan awal masih kami siapkan gratis,” papar Sapto, Rabu (19/1/2022).

Terkait waktu pembukaan, pihaknya masih menunggu arahan dari pimpinan dalam hal ini Wali Kota Semarang. Di samping itu, masih ada hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum pembukaan misalnya, lahan parkir dan pintu masuk utama.

“Ini perlu ada penataan untuk tempat masuk. Pembangunan muesum itu kan menonjolkan arsitekturnya. Penambahan sarana dan prasarana tentu memerlukan desain khusus yang tidak merusak lingkungan di sana,” jelasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*