JoSS, TURKI – Turki mencatat rekor harian Covid-19 sejak pandemi menyerang, dengan 77.772 kasus pada Kamis (13/1/2022). Sementara angka kematian bertambah 145 jiwa. Jumlah ini melebihi rekor sebelumnya pada April 16 lalu, dengan 63.083 kasus.
Negara ini menjadi perbincangan dalam beberapa pekan terakhir karena banyak dikunjungi wisatwan Indonesia yang penasaran dengan daerah wisata bernama Cappadocia.
Cappadocia atau dalam bahasa Turki disebut Kapadokya merupakan tempat wisata yang dianggap sebagai salah satu tempat terindah di dunia sehingga banyak sekali wisatawan yang berkunjung ke sana, tak terkecuali selebriti Tanah Air.
Keindahan Cappadocia begitu nyata dan makin dikenal warga +62 setelah muncul dalam series ‘Layangan Putus’. Kunjungan ke Turki pun ditengarai sebagai pembawa kasus Covid-19 Varian baru yakni Omicron.
Adapun, kasus harian Covid-19 di Turki melonjak empat kali lipat dalam sebulan terakhir. Angka rawat inap juga mengalami kenaikan sebesar 10 persen diduga karena varian virus corona Omicron. Jumlah angka kematian sejauh ini belum melonjak di Turki, meskipun ada peningkatan kasus harian.
Lonjakan kasus harian di negara itu, tetap membuat Menteri Kesehatan Turki, Fahretiin Koca, percaya diri soal tingkat rawat inap akibat terpapar varian Omicron yang akan lebih rendah.
“Kami melihat lebih banyak rawat inap dengan angka kasus lebih rendah di periode pandemi sebelumnya. Sepertinya varian Omicron akan mengurangi bahaya pandemi,” kata Koca seperti dikutip Reuters.
Hingga kini, menurut data Newsnodes, kasus varian Omicron di Turki mencapai 252 kasus dan belum melaporkan kematian akibat terinfeksi varian ini.
Koca juga menyarankan mereka yang punya riwayat kontak erat dengan pasien positif Covid-19 tak perlu melakukan tes PCR, hanya butuh lebih lama menjalani isolasi. Mereka yang bisa dites PCR, lanjut Koca, hanya mereka yang memiliki gejala Covid-19.
Baca juga: Kasus Omicron Merebak, Didominasi WNI Usai Melancong Ke Turki
Sejauh ini total kasus Covid-19 di Turki mencapai 10,2 juta kasus dan 84.278 kematian. Sementara itu untuk tingkat vaksinasi, penduduk yang sudah diinokulasi lengkap mencapai 67 persen atau sekitar 57 juta jiwa, dan yang baru menerima satu dosis 61 persen atau kisaran 51 juta jiwa.
Sementara itu, hingga Kamis (13/1/2022) sebanyak 327 pasien Corona (COVID-19) varian Omicron dirawat di RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. Sebanyak 197 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang.
“Pasien Omicron total yang sudah kita rawat itu ada 327. Untuk hari ini, pasien yang didiagnosis Omicron alhamdulillah nol dan pasien yang pulang dengan Omicron hari ini ada 25. Jadi total pasien yang sudah pulang dan dinyatakan sembuh selama dirawat di sini ada 197,” kata Koordinator Humas RSDC-19 Wisma Atlet, Kolonel Mintoro Sumego.
Mintoro mengatakan saat ini masih ada 130 pasien Omicron yang sedang menjalani isolasi di sana. Paling banyak pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dari Arab Saudi dan Turki.
“Asal dari negara mereka yaitu Saudi Arabia, Turki, Amerika, Malaysia, dan Emirat Arab. Untuk pasien yang nonpelaku perjalanan luar negeri itu total yang dirawat ada 32 dan pasien yang sudah pulang ada 4, sehingga saat ini pasien yang dari nonpelaku perjalanan luar negeri ada 28. Dari PPLN Arab Saudi 87 orang, Turki 53, Malaysia 21, Amerika 21, UEA 15 orang,” ujarnya.
Mintoro menyebut data keseluruhan kasus COVID-19 yang dirawat di Wisma Atlet Kemayoran ada 2.160 pasien. Jumlah tersebut merupakan data pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri secara keseluruhan di Tower 5 dan 6. (lna)

Leave a Reply