
JoSS, BOYOLALI – Jelang pergantian tahun, harga telur ayam di pasar tradisional Kabupaten Boyolali melejit tembus Rp31.000 dari semula Rp20.000 per kilogram. Sejak sepekan terakhir, harga telur ayam di Pasar Sunggingan Baru Boyolali merangkak naik.
Harga telur yang biasanya di kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram, saat ini sudah tembus di kisaran Rp30.000 hingga Rp31.000 per kilogram.
Sementara itu, para peternak mengaku tingginya harga telur karena adanya kenaikan harga pakan yang naik. Seperti konsentrat yang naik dari Rp8.900 kini menjadi Rp9.200 per kilogram. Harga harga pakan jadi juga ikut naik dari Rp6.900 menjadi Rp7.150 per kilogram.
Kenaikan harga telur membuat peternak kewalahan terhadap permintaan pasar. “Saat ini produksinya berkurang karena banyak peternak melakukan afkir dini sebagai imbas harga telur anjlok beberapa waktu lalu,” kata Krishandrika, peternak ayam petelur sebagaimana dilansir dari inews.com.
Para peternak berharap harga telur bisa bertahan seperti sekarang, sehingga bisa menutup kerugian dampak dari anjloknya harga telur beberapa waktu lalu.
Baca juga: Harga LPG Non Subsidi Naik Hingga Rp2.600 Per Kilogram
Sementara itu di di Kabupaten Semarang harga telur naik dari Rp23.000 per kilogram pekan lalu menjadi Rp30.000. Seorang pedagang telur di daerah Tengaran, Kabupaten Semarang, Mahfud menuturkan, harga terus merangkak naik. “Kenaikan menjelang Natal hingga tahun baru sudah menjadi hal yang biasa. Sebab permintaan telur dari konsumen meningkat,” kata Mahfud, Senin (27/12/2021).
Menurutnya, hingga tahun baru nanti harga telur masih tinggi. Seperti tahun lalu, sejak awal Desember hingga tahun baru, harga telur terus naik.
Hal yang sama terjadi di di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Sukoharjo, harga kebutuhan pangan meroket menjelang akhir tahun.
Beberapa komoditas yang harganya naik antara lain cabai rawit merah, minyak goreng, dan telur ayam. Harga cabai rawit merah di pasaran menembus Rp90.000 per kilogram. Sementara harga minyak goreng dan telur ayam masing-masing di kisaran Rp19.000 per liter dan Rp30.000 per kg.
“Kalau harga cabai rawit merah dipengaruhi faktor cuaca. Saat ini musim penghujan sehingga banyak petani cabai gagal panen. Kalaupun bisa panen tidak maksimal seperti biasa,” kata seorang pedagang kebutuhan pokok di Pasar Ir Soekarno, Suyatmi, seperti dilansir dari solopos.com.
Kenaikan harga pangan dan kebutuhan pokok di Sukoharjo terjadi beberapa hari menjelang perayaan Natal, terutama telur ayam. Sementara harga cabai rawit merah dan minyak goreng harganya naik perlahan-lahan sejak beberapa pekan lalu.
Suyatmi menyebut kenaikan harga kebutuhan pokok tidak memengaruhi permintaan di pasaran. “Masyarakat tetap membeli minyak goreng dan telur ayam karena kebutuhan sehari-hari. Mungkin untuk cabai rawit merah dikurangi karena kenaikan harganya terlalu mencolok,” ujarnya. (lna)

Leave a Reply