JoSS, BOYOLALI – Bandara Adi Soemarmo Boyolali Jawa Tengah memprediksikan jumlah penumpang meningkat hingga 90 persen di akhir tahun menyusul membaiknya kondisi pandemi COVID-19 di dalam negeri.
General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Yani Ajat Hermawan periode akhir tahun ini saat masa Satgas Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 selama 19 hari. Pihaknya mencatat pada periode yang sama tahun lalu jumlah penumpang yang melakukan perjalanan melalui Bandara Adi Soemarmo sekitar 21.000 penumpang.
“Tahun ini kami prediksikan sekitar 42.000 penumpang yang melakukan perjalanan melalui bandara ini. Jadi ada peningkatan hampir 100 persen,” katanya, seperti dilansir dari Antara.
Meski demikian, dikatakannya, untuk prediksi puncak arus mudik yang awalnya H-1 Natal justru tidak terjadi. Ia mengatakan puncak arus mudik terjadi pada akhir pekan lalu di mana jumlah penumpang per harinya di kisaran 2.500 orang.
“Kalau sekarang justru perlahan turun, kemarin ada 1.800 penumpang dan hari ini diperkirakan 1.600 penumpang,” katanya.
Ia mengatakan kondisi tersebut terjadi karena sebagian besar penumpang yang diperkirakan memilih waktu cuti lebih awal sebelum libur Natal.
Secara umum, dikatakannya, kondisi penerbangan melalui Bandara Adi Soemarmo sudah lebih baik sejak awal bulan November 2021. Berdasarkan data, jika sebelumnya jumlah penumpang di bawah 2.000 orang/hari, sejak awal bulan November naik menjadi 2.100-2.200 penumpang/hari.
Sementara itu, dari sisi maskapai penerbangan yang melayani rute melalui Bandara Adi Soemarmo saat ini sebanyak 20 penerbangan berangkat dan datang. Maskapai tersebut di antaranya Lion Air, Wings Air, Garuda Indonesia, Nam Air, Batik Air, dan Citilink.
“Kebanyakan perjalanan rute Solo-Jakarta-Solo, beberapa rute lain yakni rute Pontianak yang dilayani oleh Nam Air dan Wings Air rute Bali,” katanya.
Baca juga: Dukung Pemulihan Pariwisata, Bandara Adisutjipto Kembali Buka Penerbangan Jogja-Bali
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan seluruh pemangku kepentingan di provinsi tersebut siap mengamankan hari Natal dan libur akhir tahun. “Jawa Tengah siaga penuh hingga pekan pertama Januari 2022,” katanya.
Menurut dia, mobilitas masyarakat yang akan masuk ke Jawa Tengah menjadi perhatian di tengah ancaman kembali meningkatkan angka kasus Covid-19.
Operasi yang akan digelar mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 tersebut, kata dia, harus memastikan rasa aman dan nyaman masyarakat dalam menjalankan ibadah Natal dan pergantian tahun baru.
Oleh karena itu, gubernur mengharapkan dukungan masyarakat agar tidak terjadi peningkatan kasus COVID-19 usai Natal dan pergantian tahun. Ia meminta program “Jogo Tonggo” dan “Kampung Siaga Candi” kembali digerakkan.
Para warga yang datang dari luar daerah atau luar negeri, lanjut dia, diwajibkan melapor kepulangannya.
Selain itu, kata dia, pemberlakuan aplikasi Pedulilindungi juga harus benar-benar diterapkan. “Kontrol pelaksanaan aplikasi Pedulilindungi, harus benar-benar digunakan,” katanya.
Sementara Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol.Ahmad Luthfi mengatakan 15.900 personel polisi disiagakan untuk pengamanan Natal dan libur akhir tahun.
Selain kepolisian, kata dia, personel TNI serta pemangku kepentingan lainnya juga diterjunkan dalam pelaksanaan operasi Lilin Candi 2021 tersebut.
Para petugas akan disiapkan diberbagai pos pelayanan dan pengamanan yang tersebar di berbagai titik di seluruh Jawa Tengah. (lna)

Leave a Reply