Menyesuaikan Anggaran, Pembangunan Objek Wisata Sejarah Taman Syailendra Tetap Berlanjut

Pembangunan Taman Syailendra di Batang. (Foto: berita.batangkab.go.id)

JoSS, BATANG – Bupati Batang Wihaji memastikan proses pembangunan Taman Syailendra tetap berlanjut, meskipun harus menyesuaikan kemampuan anggaran Pemda, dikarenakan adanya refocusing.

Wihaji menyampaikan, pembangunannya harus jalan, tapi karena kemampuan keuangannya terbatas, dan diharapkan semua pihak memahaminya.

“Ya kita harus mengertilah, yang penting ada skala prioritas. Insyaallah akan selesai, tapi jika membahas wisata tidak akan pernah ada selesainya, minimal wujudnya sudah ada, masyarakat bisa menikmati, gambaran tentang peradaban Syailendra,” katanya, seperti dilansir dari berita.batangkab.go.id, Senin (29/11/2021).

Di sisi lain, orang nomor satu di Batang itu tetap berkeyakinan tentang program Heaven of Asia akan terwujud meskipun dengan tingkatan yang berbeda.

“Hidup itu mesti optimis dan yakin. Kalau kita tidak yakin, nanti Allah tidak akan memberikannya dan saya termasuk yakin, Insyaallah terlaksana, tetapi ada sedikit perbedaannya,” ungkapnya.

Ia mengakui, ternyata tidak semua harapan bisa terpenuhi, tiba-tiba muncul Pandemi Covid-19. Tapi yakinlah bahwa Heaven of Asia ini akan tercapai.

Sementara itu pembangunan Taman Syailendra saat ini sudah mencapai progress 35%. Taman yang akan dijadikan sebagai objek wisata sejarah itu dibangun di Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang. Pembangunannya dilakukan secara dua tahap untuk tahun ini dan tahun depan.

Baca juga: Dukung Suplay Produk, Batang Siapkan Lahan 24,9 Hektare di KIT Untuk UMKM

“Pengecekan Taman syailendra progres pembangunannya telah mencapai 35% masih sesuai jadwal yang dijanjikan pengembang. Isi Taman Syailendra berupa replika-replika prasasti dan arca yang ada di Desa Silurah diantaranya patung ganesha yang ada di hutan Silurah dan prasasti Sojomerto,” kata Kepala Disparpora Kabupaten Batang Yarsono saat ditemui di Taman Syailendra Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, belum lama ini.

Dijelaskannya, pembangunan taman terdiri dari dua tahap. Tahap pertama pada tahun ini yang rencananya rampung pada tanggal 24 Desember 2021 dari pelaksana CV. Maisha menjanjikan akan menyelesaikan sebelum tanggal yang ditentukan, besaran dana mencapai Rp1.000.200.000,00. Kemudian tahap kedua akan dilakukan tahun depan.

Kabupaten Batang, lanjut dia, memiliki berbagai peninggalan zaman kejayaan masa kerajaan Mataram Kuno. Mulai dari kurun akhir abad ke-7 atau awal abad ke-8 masehi. Pembangunan taman itu untuk menunjukkan bahwa di Kabupaten Batang terdapat peradaban sejak zaman Syailendra.

“Wisata edukasi dan sejarah ini bisa menjadi daya tarik wisatawan luar daerah dan bisa menjadi ikon Kabupaten Batang dengan visi 4 Si (Sikembang, Silurah, Sigandu dan Sikuping) dari Bupati Batang Wihaji, apalagi merupakan fakta sejarah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Silurah Suroto mengatakan, bahwa ide adanya Taman Syailendra ini yang mengusulkan dari pihak desa terus akhirnya ditindaklanjuti oleh Disparpora Kabupaten Batang.

“Semoga adanya Taman Syailendra, ekonomi di Desa Silurah semakin meningkat dengan nantinya melibatkan masyarakat setempat. Mudah-mudahan para penggiat sosial media bisa memviralkan jika nanti taman ini sudah selesai. Karena dengan kecanggihan teknologi pengenalan lokasi wisata bisa sangat cepat informasinya,” ujar dia.  (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*